Fokus Jateng- BOYOLALI,- Pemerintah Desa (Pemdes) Batan, Kecamatan Banyudono, melakukan penyemprotan untuk pengendalian hama dan penyakit dengan memakai drone. Penggunaan teknologi di bidang pertanian itu bertujuan agar memudahkan proses pertanian supaya efektif dan efisien.
Sebelumnya, Sedikitnya 83 hektar sawah padi siap panen diserang hama sehingga terancam gagal panen. Namun kini, 68 hektar sawah sudah berhasil ditangani.
” Kalau sampai gagal, kita kasihan kepada warga masyarakat,” kata Kepala Desa Batan, Heru Waluyo. Rabu 22 Juli 2026.
Drone pertanian yang memiliki lebar sekitar satu meter lebih itu terbang membawa sekitar 10 liter pestisida dan menyiramkannya secara otomatis. Sesuai luas lahan yang sudah di-setting operator drone.
Pesawat nirawak itu kemudian terbang sambil menyiram tanaman padi di bawahnya secara bolak-balik di beberapa lokasi. Antara di barat dan Utara balai desa, serta di blok timur jalan Bangak-Simo.
“Penyemprotan ini menggunakan anggaran desa sebesar Rp 4,5 juta,” imbuhnya.
Menurutnya Penggunaan teknologi drone untuk penyemprotan pestisida ini cukup efektif. Bahkan, petani menyambut positif penyemprotan pestisida dengan drone ini. Sebab petani tidak perlu repot-repot untuk menyemprot pestisida secara manual. Sehingga saat ini hampir semua petani meminta lahannya disemprot pestisida dengan drone.
“Karena, cakupan penyemprotannya lebih luas dan lebih efisien anggaran. Nah khusus penanganan hama wereng ini kalau tidak serentak dalam satu waktu kegiatan itu sulit untuk dibasmi, kalau kita tangani di sini (satu titik). Hama werengnya pindah ke tempat lain,” imbuhnya.
Terpisah, Camat Banyudono, Sabarudin mengatakan serangan hama tak ada hentinya.Setelah hama tikus, kini giliran hama wereng coklat.
Untuk itu, pihaknya bersama kepala desa melakukan gerakan pengendalian hama.
” Kemarin kita gerdal (gerakan pengendalian) di selatan jalan raya (Solo -Semarang). Hari ini di Utara jalan raya,” katanya. ( yull/**)
