KARANGANYAR – Di balik riuh rendahnya dinamika politik di kursi parlemen, ada sosok yang memilih kembali ke akar: tanah dan lumpur. Adalah Setiawan Dibroto, kader senior Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, yang kini memantapkan langkahnya untuk fokus mengawal sektor pertanian dan perkoperasian sebagai pilar utama ketahanan bangsa.
Bagi Setiawan, pertanian bukanlah sekadar komoditas politik, melainkan pengabdian nyata. Ia tidak hanya bicara di podium; ia turun langsung ke sawah.
Bukan Sekadar Sosialisasi, Tapi Aksi
Pilihan Setiawan untuk terjun ke sektor pertanian didasari oleh keyakinan bahwa ketahanan pangan adalah wajah kedaulatan sebuah negara. Selain rutin melakukan sosialisasi kepada kelompok tani (Poktan), ia membuktikan komitmennya dengan menjadi pelaku tani. Salah satu yang ia geluti adalah budidaya tanaman cabai.
“Pertanian ke depan adalah kunci. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang memiliki ketahanan pangan yang kuat. Kita ingin petani kita tidak hanya menjadi penonton, tapi pemain utama yang disejahterakan,” ungkap Setiawan di sela-sela kegiatannya.
Menjemput Asta Cita Prabowo
Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita, yakni mempercepat swasembada pangan. Setiawan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat melalui Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan daerah harus berjalan linier.
Visi besar ini bermuara pada program unggulan nasional: Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiawan memproyeksikan hasil panen petani lokal Karanganyar nantinya dapat terserap langsung untuk memasok kebutuhan program tersebut, sehingga rantai ekonomi berputar di tingkat bawah.
Koperasi Merah Putih: Solusi Pupuk dan Harga
Salah satu instrumen yang menjadi fokus pengawalannya adalah Koperasi Merah Putih. Keberadaan koperasi ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini sering terkendala masalah klasik: pupuk mahal dan harga gabah yang anjlok saat panen raya.
Melalui Koperasi Merah Putih, Setiawan mendorong sistem yang terintegrasi:
* Pupuk Murah: Memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan) dengan harga terjangkau.
* Stabilitas Harga: Koperasi hadir sebagai penyerap hasil panen gabah petani dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), yang kemudian disalurkan langsung ke Bulog.
Sinergi dan Dukungan Alat Pertanian
Sebagai wakil rakyat, Setiawan juga aktif menjembatani kebutuhan petani dengan akses bantuan dari pemerintah. Mulai dari alat mesin pertanian (Alsintan) hingga bantuan bibit unggul.
“Kami bersinergi untuk mencarikan solusi, mulai dari bantuan alat hingga saprotan. Tujuannya satu, agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani terdongkrak,” tambahnya.
Di lereng Gunung Lawu, komitmen Setiawan Dibroto menjadi pengingat bahwa politik sejatinya adalah alat untuk mengenyangkan perut rakyat dan memuliakan mereka yang bekerja di atas tanah sendiri. Dengan dukungan koperasi yang kuat dan semangat swasembada, Karanganyar optimis menjadi bagian dari lumbung pangan nasional. ( bre suroto )
