Perjuangan di Jalur Cetho Karanganyar : Kisah Pendaki Remaja yang Berhasil Dievakuasi dari Dekapan Dingin Gunung Lawu

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Di tengah sunyinya malam dan dingin yang menusuk tulang di ketinggian Gunung Lawu, sebuah drama penyelamatan nyawa berlangsung. Muhammad Arvan (16), seorang pendaki muda asal Magetan, Jawa Timur, akhirnya berhasil dievakuasi setelah sempat terjebak dalam kondisi kritis akibat cedera dan hipotermia di Pos IV jalur pendakian Cetho.

Apa yang seharusnya menjadi perjalanan menyenangkan bersama enam rekannya, berubah menjadi ujian ketahanan fisik dan mental bagi Arvan dan kawan-kawannya.

Menembus Dinginnya Malam

Kisah ini bermula pada Kamis (26/3/2026). Arvan bersama timnya memulai pendakian dengan rencana sederhana: menikmati puncak Lawu dan kembali pulang keesokan harinya. Namun, alam memiliki rencana lain. Saat mencapai Pos IV, Arvan mengalami kram kaki hebat yang membuatnya tak mampu melangkah, disusul serangan hipotermia yang mengancam suhu tubuhnya.

Melihat kondisi temannya yang kian melemah, salah satu rekan Arvan melakukan aksi heroik dengan turun menembus kegelapan menuju basecamp untuk meminta bantuan.

Gotong Royong “Estafet” Nyawa

Merespons laporan tersebut, tim relawan tidak tinggal diam. Sebanyak 16 personel yang terbagi dalam tiga tim Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan tepat pada Jumat (27/3/2026) pagi pukul 08.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa medan yang terjal membuat proses evakuasi membutuhkan strategi khusus.

“Kami melakukan proses evakuasi secara estafet. Setiap pos telah disiagakan personel untuk bergantian mengangkat tandu. Ini adalah upaya bersama agar survivor bisa segera sampai di bawah dengan aman,” ujar Hendro.

Kepulangan yang Dinanti

Langkah demi langkah, para relawan bahu-membahu membawa Arvan menuruni jalur Cetho yang dikenal curam. Rasa lelah para penyelamat terbayar saat Arvan akhirnya berhasil dibawa menuju basecamp dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah, saat ini pendaki sudah terevakuasi dengan selamat dan dalam perjalanan turun menuju pos basecamp Cetho,” tambah Hendro dengan nada lega.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi para pecinta alam akan pentingnya kesiapan fisik dan peralatan yang memadai, serta betapa berharganya solidaritas antar-pendaki dan kesiapsiagaan para relawan di garda terdepan pendakian. ( gd/ bre )