Sinergi Jadi Kunci, Disparpora Karanganyar Bakal Perbanyak Event Wisata Berbasis Lingkungan

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar yang baru, Yopi Eko Jati Wibowo, mulai memetakan strategi besar untuk memajukan sektor pariwisata di Bumi Intanpari. Fokus utamanya bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan membangun kolaborasi lintas sektor yang selama ini dinilai masih berjalan sendiri-sendiri.

Saat ini, pengelolaan destinasi wisata di Karanganyar memang cukup beragam. Kawasan Pablengan dikelola langsung oleh dinas, sementara objek wisata populer seperti Dayu, Candi Cetho, Candi Sukuh, hingga Grojogan Sewu menggunakan sistem kerja sama bagi hasil. Termasuk juga jalur pendakian via Cemoro Kandang yang terus menunjukkan tren positif.

Minim Kolaborasi, Pelaku Usaha Masih “Jalan Sendiri”

Meski jumlah kunjungan terus meningkat, Yopi menyoroti adanya jarak komunikasi antar pemangku kepentingan (stakeholder). Ia menilai sinergi antar pelaku wisata masih lemah, sehingga berdampak pada kurangnya kepedulian kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Kalau ingin suatu daerah tetap terjaga lingkungannya, semua pelaku wisata harus berkolaborasi. Salah satunya melalui kegiatan bersama, seperti event bertema pelestarian lingkungan,” ujar Yopi saat berbincang dengan awak media, Kamis (26/3) siang.

Strategi Baru: Event Sebagai Perekat Sinergi

Ke depan, Pemkab Karanganyar berkomitmen untuk lebih proaktif dalam “menghidupkan” objek wisata. Bukan dengan cara konvensional, melainkan dengan memperbanyak event kreatif di berbagai titik destinasi.

Langkah ini diambil dengan dua tujuan utama:

  1. Daya Tarik Pengunjung: Menciptakan alasan bagi wisatawan untuk terus datang kembali.

  2. Kesadaran Lingkungan: Menjadikan event sebagai media edukasi bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian alam.

“Yang penting bukan hanya mengembangkan, tapi bagaimana pemerintah berkolaborasi dengan semua pihak agar masyarakat senang datang ke objek wisata,” tegasnya.

Dengan strategi ini, wajah baru pariwisata Karanganyar diharapkan tidak hanya sekadar ramai secara kuantitas pengunjung, tetapi juga tumbuh menjadi destinasi yang berkelanjutan, nyaman, dan berkesan bagi siapa saja yang berkunjung. ( bre )