Sajikan Kreasi Bambu Daur Ulang, Kampung Seni Ramadhan Perdana Siap Getarkan Karanganyar

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Bulan suci Ramadhan 2026 di Kabupaten Karanganyar dipastikan akan tampil berbeda. Sekelompok putra daerah yang tergabung dalam komunitas seni dan budaya Senthir Nusantara Jaya (SNJ) bersiap menyuguhkan nuansa segar melalui gelaran bertajuk “Kampung Seni Ramadhan”.

Acara edisi perdana ini akan berlangsung selama sepuluh hari penuh, mulai tanggal 7 hingga 16 Maret 2026, bertempat di Halaman Kantor Disparpora Karanganyar. Mengambil momentum ngabuburit, kegiatan akan dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai.

Sentuhan Bambu dan Spirit Desa

Ketua Sanggar Senthir Nusantara Jaya, Dony Sangaji, mengungkapkan bahwa acara ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan upaya membawa spirit pedesaan ke tengah kota. Salah satu daya tarik utamanya adalah visual dekoratif yang memanfaatkan limbah bambu daur ulang hasil karya Tim Dekorasi Tresno Putro.

“Kami ingin mengambil spirit potensi desa. Melalui kreasi bambu ini, kita diingat kembali pada kedekatan dengan alam yang mampu menumbuhkan akal budi dan karya besar,” ujar Dony.

Senada dengan hal tersebut, pemerhati budaya Ramadhan Isnain menambahkan bahwa gerakan berbasis kesadaran alam seperti konsep Sobo Kebon akan melahirkan karya fungsional yang bernilai tinggi bagi masyarakat.

Rangkaian Acara Bertabur Bintang dan Tradisi

Berdasarkan jadwal yang dirilis, Kampung Seni Ramadhan akan dibuka dengan Kirab Budaya dari Kantor Pemkab menuju lokasi acara. Pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai hiburan gratis setiap harinya, antara lain:

  • Musik & Religi: Lomba Rebana, Musik Keroncong, Koes Plus-an, hingga Dangdut Jadul.

  • Seni Pertunjukan: Tari Sufi, Karawitan Anak, Sanggar Tari Pranasamudra, dan Reog.

  • Edukasi & Ekonomi: Workshop Make Up, Fashion Show Putra Putri Lawu, serta Bazar UMKM yang menampilkan produk kreatif lokal.

Puncak acara pada 16 Maret akan ditutup dengan megah melalui pagelaran Wayang Kulit oleh Bapak Sumanto (Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah).

Wadah Ekonomi Kreatif

Didukung penuh oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, SE, selaku pembina, acara ini diharapkan menjadi daya ungkit ekonomi bagi 17 kecamatan di Karanganyar.

“Visi kami adalah mengingatkan masyarakat bahwa seni dan budaya adalah sumber ekonomi potensial yang bisa berkolaborasi dengan teknologi digital masa kini, terutama bagi Generasi Z,” tegas Dony Sangaji. ( rls / bre )