foto : Plt Dirut Pudam Tirtalawu Suparno memberikan bantuan korban bencana alam disaksikan Bupati Rober Christanto dan Kepala BPBD Hendro Suprayitno
FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Minggu malam kemarin mungkin menjadi momen yang sulit dilupakan bagi Sumingin. Warga Dengkeng, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih ini harus menghadapi kenyataan pahit setelah kediamannya terdampak bencana tanah longsor. Namun, di balik tanah yang runtuh, pondasi kepedulian sesama justru berdiri semakin kokoh.
Pada Selasa (24/2/2026), suasana haru menyelimuti kediaman Sumingin saat rombongan Pemerintah Kabupaten Karanganyar tiba. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan membawa misi kemanusiaan untuk menguatkan hati yang sedang lara.
Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., hadir langsung menemui Sumingin. Tanpa sekat, Bupati berbincang dan memberikan dukungan moril, mengingatkan bahwa Sumingin tidak sendirian menghadapi ujian ini.
“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kepedulian. Pemerintah akan terus berupaya memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan pendampingan,” ujar Rober dengan penuh empati.
Dalam aksi cepat tanggap ini, Pemkab Karanganyar tidak berjalan sendiri. Sinergi kuat dijalin bersama:
-
Baznas Karanganyar
-
PUDAM Tirta Lawu Karanganyar
Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga Sumingin pasca-musibah. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong di Karanganyar tetap hidup dan berdenyut kencang.
Bupati Rober menegaskan bahwa musibah adalah ujian keteguhan hati. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga untuk memastikan perlindungan bagi warga yang membutuhkan.
Melalui bantuan ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: Di tengah ujian alam, solidaritas dan empati adalah obat penawar yang paling mujarab. Karanganyar kembali membuktikan diri sebagai daerah yang tangguh, bukan hanya karena infrastrukturnya, tapi karena kepedulian warganya yang luar biasa. ( rls / bre )
