FOKUSJATENG.COM, SURAKARTA — Penguatan masyarakat sipil (civil society) dapat dibangun melalui kesadaran menjaga lingkungan dan ketahanan pangan. Mengangkat isu strategis tersebut, Rumah Pusat Studi Anak (PSA) Bocah Pintar Karanganyar menggelar forum diskusi bertajuk NGOPI IDE dengan tema “Pertanian Regeneratif Jalan Ibadah Memakmurkan Bumi”.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Pusat Studi Anak Bocah Pintar.
Penggagas acara NGOPI IDE sekaligus Founder PSA BocahPintar dan Rumah Belajar ABA, Romo Rahadi Al-Paluri, bertindak langsung sebagai narasumber (pemantik diskusi). Jalannya diskusi interaktif ini akan dipandu oleh Memet selaku moderator.
Pertanian Regeneratif Sebagai Paradigma Baru
Romo Rahadi Al-Paluri mengungkapkan bahwa forum NGOPI IDE dirancang sebagai ruang perjumpaan gagasan untuk membedah titik temu antara pertanian, kelestarian lingkungan, ketahanan sosial, dan nilai spiritual dalam merawat bumi.
Menurutnya, praktik pertanian modern selama ini kerap menyisakan persoalan ekologis serius, mulai dari degradasi tanah, pencemaran air, hingga ancaman terhadap biodiversitas. Dalam konteks ini, pertanian regeneratif hadir bukan sekadar sebagai teknologi bercocok tanam, melainkan paradigma dan arah perubahan untuk memulihkan ekosistem sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Menariknya, isu ekologi ini ditarik ke dalam perspektif etika keagamaan. Aktivitas merawat tanah dan menjaga alam dipandang sebagai tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi.
Aksi nyata seperti mengolah kompos, menanam pohon, memelihara benih lokal, serta membangun kebun pangan keluarga dinilai sebagai wujud nyata dakwah bil-hal (dakwah melalui tindakan konkret).
“Dakwah tidak selalu harus dimulai dari mimbar. Ia dapat dimulai dari tanah,” tegas Romo Rahadi mengenai pesan utama yang diusung dalam diskusi ini.
Pemberdayaan Desa dan Generasi Muda
Selain aspek ekologis dan spiritual, NGOPI IDE juga menyoroti penguatan ekonomi akar rumput agar dampaknya dirasakan langsung oleh petani kecil, kelompok perempuan, dan generasi muda di pedesaan.
Anak muda didorong untuk menjadikan sektor pertanian sebagai ruang inovasi—seperti agroforestri, peternakan sirkular, kewirausahaan sosial, hingga pemasaran digital—sehingga desa dapat menjadi laboratorium regenerasi peradaban.
Sebagai kerangka kerja praktis di lapangan, forum ini memperkenalkan konsep 5M:
- Mengenali — Memahami kondisi tanah, air, serta persoalan nyata di masyarakat.
- Merawat — Menjaga ekosistem tanah, tanaman, dan lingkungan.
- Menghidupkan — Memulihkan kesuburan tanah melalui bahan organik dan proses biologis.
- Memberdayakan — Menghubungkan pemulihan lingkungan dengan penguatan ekonomi warga.
- Menyebarkan — Membagikan pengetahuan melalui pendidikan, kelompok tani, dan komunitas muda.
Melalui inisiatif ini, Romo Rahadi bersama Rumah PSA Bocah Pintar mengajak masyarakat luas untuk memperluas cara pandang terhadap isu lingkungan: dari sekadar persoalan teknis menjadi bagian dari tanggung jawab iman, keadilan sosial, dan masa depan peradaban. ( bre )
