Fokus Jateng-BOYOLALI – Fenomena El Nino diprediksi masih berlangsung hingga 2027, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino serta musim kemarau puncaknya akan terjadi menjelang akhir tahun 2026, dan dampak iklimnya akan terus berlanjut hingga tahun depan.
“BMKG menyatakan bahwa fenomena El Nino serta kondisi kemarau ini akan berlangsung sampai akhir tahun. Diperkirakan pada bulan Desember semoga sudah turun hujan, tetapi tidak menutup kemungkinan juga akan berlangsung sampai awal tahun 2027. Kita berharap dan berdoa agar hujan segera turun, khususnya di Kabupaten Boyolali,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, Jumat 2 Oktober 2026.
Kendati demikian, ada beberapa daerah di Boyolali sempat diguyur hujan ringan dalam beberapa waktu terakhir. Hanya saja, persebaran dan intensitasnya belum merata.
“Dinamika potensi hujan itu bersifat nasional. Walaupun terdapat peluang hujan, pihak berwenang tidak dapat memastikan waktu turunnya secara pasti,” ujarnya.
Dijelaskan, sesuai dengan prediksi BMKG, meskipun dilanda fenomena El-Nino, Kemarau kali masih terdapat hujan-hujan ringan dengan durasi yang singkat. Mengingat tingginya potensi kekeringan serta peningkatan kasus kebakaran lahan di Kabupaten Boyolali selama musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Seiring meningkatnya kasus kebakaran yang ada di Kabupaten Boyolali, kami menghimbau masyarakat untuk mengawasi hal-hal berpotensi menyebabkan kebakaran lahan. Mari kita bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan,” pungkasnya. ( yull/**)
