Harapan Baru Petani Karanganyar: Menteri PU Janjikan Rp 180 Miliar untuk Perluas Jaringan Irigasi Bendungan Jlantah

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Pagi yang cerah di Bendungan Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, menjadi saksi komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, kembali menyambangi proyek strategis tersebut pada Sabtu (14/2/2026) untuk memastikan air benar-benar sampai ke petak-petak sawah milik warga.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rencana yang telah disusun sejak Januari 2025. Fokus utamanya jelas: memperluas jangkauan irigasi dan mempercepat pembebasan lahan.

Target 1.500 Hektar Sawah Teraliri Air

Saat ini, Bendungan Jlantah telah berhasil mengaliri sekitar 500 hektar lahan pertanian. Namun, Menteri Dody menegaskan bahwa angka tersebut barulah awal. Pemerintah menargetkan total 1.500 hektar sawah dapat merasakan manfaat langsung dari bendungan ini.

“Kita kejar luas layanan untuk persawahan yang sedang berproses. Air ini adalah sumber kehidupan masyarakat, jadi kita sisir mana wilayah yang masih bisa kita optimalkan,” ujar Dody di sela kunjungannya.

Dalam waktu dekat, target perluasan akan menyasar hingga 800 hektar sawah. Tak hanya soal pengairan, bendungan ini juga diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir di wilayah Kabupaten Sukoharjo seluas kurang lebih 80 hektar.

Investasi Rp 180 Miliar dengan Sistem Multiyears

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Kementerian PU telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 180 miliar. Pembangunan jalur irigasi baru ini akan menggunakan sistem tahun jamak (multiyears).

Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut Bayu Aji, merincikan alokasi dana besar tersebut:

  • Rp 36 Miliar: Digunakan tahun ini untuk rehabilitasi lahan irigasi eksisting.

  • Rp 144 Miliar: Dialokasikan pada tahun 2027 dan 2028 untuk pembangunan konstruksi fisik jalur irigasi baru.

“Prosesnya sudah dimulai tahun ini untuk persiapan, namun pengerjaan konstruksi besarnya akan dilakukan pada tahun 2027 hingga 2028 mendatang,” jelas Gatut.

Dampak Nyata bagi Petani

Langkah ini diharapkan menjadi angin segar bagi para petani di Karanganyar dan sekitarnya. Dengan jaminan pasokan air yang stabil melalui jalur irigasi yang modern, produktivitas lahan diharapkan meningkat drastis, sehingga kesejahteraan petani lokal ikut terangkat.

Pemerintah pun berharap proses pembebasan lahan yang tersisa dapat segera rampung tanpa kendala berarti, agar manfaat Rp 180 miliar ini bisa segera dirasakan di meja makan masyarakat. ( gm/ bre )