FOKUSJATENG.COM, SOLO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta tetap berkomitmen menjalankan agenda sakral Tirakatan dan Refleksi Hari Pers Nasional (HPN) 2026 meskipun harus mengalami perubahan lokasi. Acara yang sedianyanya digelar di Hall Utama Monumen Pers Nasional (MPN) terpaksa dipindahkan ke lokasi alternatif karena kendala teknis terkait penggunaan ruangan.
Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi ini dilakukan demi memastikan rangkaian acara puncak HPN berjalan lancar dan tepat waktu. Keputusan ini diambil setelah panitia menerima informasi mengenai bentroknya jadwal penggunaan ruangan di Hall Utama MPN.
“Kami menyayangkan adanya kendala teknis ini, mengingat Tirakatan HPN di Monumen Pers sudah menjadi tradisi sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah lahirnya PWI pada tahun 1946,” ujar Anas, Selasa (10/2/2026).
Mengedepankan Evaluasi dan Tata Kelola
Meski harus berpindah tempat, Anas menekankan bahwa semangat peringatan HPN tidak akan luntur. Pihaknya justru menjadikan momentum ini sebagai catatan untuk memperbaiki pola komunikasi dan kolaborasi ke depan.
PWI Surakarta berharap adanya evaluasi pada tata kelola pelayanan di Monumen Pers Nasional agar lebih akomodatif bagi komunitas pers. Menurut Anas, sinergi antara pengelola aset sejarah dan pelaku pers sangat penting untuk menjaga marwah Monumen Pers sebagai poros penguatan isu-isu komunikasi di masa depan.
“Harapan kami, tata kelola ke depan bisa lebih profesional dan sinkron antara pimpinan dengan pelaksana di lapangan. Kami ingin Monumen Pers tetap menjadi rumah yang hangat bagi seluruh insan pers,” tambahnya.
Harapan Sinergi Masa Depan
Senada dengan hal tersebut, wartawan senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta, Andjar Hari Wartono, mengingatkan kembali nilai historis Monumen Pers. Ia berharap ke depannya pihak pengelola dapat mempermudah akses bagi organisasi pers dalam menggelar kegiatan edukasi maupun seremonial sejarah.
“Monumen ini adalah saksi bisu perjuangan pers. Kami berharap semangat keterbukaan dan kemudahan akses bagi rekan-rekan wartawan dapat terus dijaga seperti periode-periode sebelumnya,” ungkap Andjar.
Sebagai langkah tindak lanjut yang konstruktif, PWI Surakarta berencana menjalin komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk memberikan masukan terkait optimalisasi fungsi dan pelayanan di Monumen Pers Nasional. ( rls / bre )
