Fokus Jateng -BOYOLALI – Momen libur panjang akhir tahun membawa berkah tersendiri bagi para petani ikan gurame di Kabupaten Boyolali. Seperti yang terlihat di Dukuh Jetis, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono. Tradisi bakar ikan yang lazim dilakukan masyarakat saat malam pergantian tahun membuat pesanan ikan gurame meningkat tajam hingga mendatangkan omzet puluhan juta rupiah.
Dias Ismawan, salah satu pembudidaya gurame setempat, mengaku akhir tahun menjadi salah satu periode tersibuk bagi petani ikan. Permintaan datang dari berbagai daerah, mulai dari restoran hingga kolam pemancingan.
Ia menyebut ikan gurame menjadi komoditas yang paling dicari warga untuk mengisi kegiatan tasyakuran atau pesta bakar ikan bersama keluarga dan teman.
“Permintaan banyak dari Janti, Jombor, Tlatar. Rata-rata untuk kebutuhan bakar-bakar saat malam tahun baru,” ujar Dias.
Dalam satu kali panen, ia mampu menghasilkan sekitar 600 hingga 700 kilogram ikan gurame. Dari satu kolam, terdapat sekitar 2.000 ekor ikan yang siap dipanen setelah dibudidayakan selama kurang lebih satu tahun sejak ukuran bibit.
Dengan harga jual di tingkat petani mencapai Rp31 ribu per kilogram, Dias mengantongi omset kotor antara Rp18,6 juta hingga Rp21,7 juta dalam sekali panen.
Ikan yang dipanen memiliki bobot rata-rata 5 hingga 9 ons per ekor. Gurame yang dibudidayakan merupakan jenis gurame hitam, yang dikenal memiliki daging lebih tebal, tekstur padat, serta cita rasa gurih sehingga banyak diminati restoran.
Selain kualitas dagingnya, gurame hitam juga memiliki keunggulan dari sisi budidaya. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan memiliki tingkat kematian yang lebih rendah, sehingga cukup diminati petani.
“Kalau akhir tahun ini memang lumayan ramai karena liburan dan Nataru. Biasanya nanti ramai lagi menjelang Ramadan,” katanya, Selasa 30 Desember 2025.
Sementara itu, Bayu, salah satu pengepul ikan gurame di wilayah tersebut, menyebut lonjakan permintaan membuat volume setoran meningkat signifikan. Saat libur Nataru, ia bisa menyetor sekitar 3,5 hingga 4 kuintal ikan gurame per hari.
Bahkan saat permintaan sedang tinggi-tingginya, jumlah setoran bisa mencapai 5 hingga 6 kuintal per hari.
“Kalau liburan seperti ini, kadang sampai dua mobil setoran,” jelas Bayu.
Meski demikian, Bayu mengakui permintaan ikan gurame tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, meski ia belum mengetahui penyebab pastinya.
Ikan gurame hasil panen dari Banyudono ini selanjutnya dipasok ke berbagai restoran di wilayah Semarang, Janti, hingga kawasan wisata Rowo Jombor, Klaten. ( ist/**)
