Tekan Angka Kekerasan di Kampus, UMUKA Solo Gandeng Komisi X DPR RI dan UMS Gelar Sosialisasi Strategis

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) Solo menggelar acara krusial bertajuk “Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi”. Acara yang berlangsung di Auditorium UMUKA Solo pada Selasa (23/12/2025) ini menghadirkan tokoh-tokoh penting guna memperkuat karakter mahasiswa dan kualitas institusi.

Pendidikan Karakter sebagai Perisai Kekerasan

Anggota Komisi X DPR RI, Drs. H. Juliyatmono, M.M., hadir sebagai pembicara kunci. Dalam orasinya, mantan Bupati Karanganyar dua periode ini menekankan bahwa kecerdasan emosional jauh lebih penting daripada sekadar gelar akademik. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang positif di tengah tingginya tingkat stres masyarakat saat ini.

“Kalian dihormati bukan karena wajah atau penampilan, tapi karena kecerdasan cara berpikir dan kepribadian kalian. Jika ingin dihormati, maka hormatilah orang lain. Jangan pernah melukai perasaan siapa pun,” tegas Juliyatmono di hadapan mahasiswa dan civitas akademika.

Beliau juga memaparkan data BPS yang menunjukkan bahwa kesejahteraan keluarga berbanding lurus dengan tingkat pendidikan. Oleh karena itu, ia berpesan agar mahasiswa mengejar ilmu dan kedewasaan berpikir sebagai kunci masa depan.

Pesan Moral: Ridha Allah dan Peran Orang Tua

Hadir pula dalam acara tersebut, Prof. Harun Joko Prayitno, mewakili Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Beliau memberikan sentuhan spritual sebagai fondasi pencegahan kekerasan.

“Kalau kita sudah takut kepada Allah, mau berbuat jahat itu tidak berani. Saya berharap mahasiswa menjaga hubungan baik dengan orang tua, karena ridha Allah terletak pada ridha orang tua,” tutur Prof. Harun.

Dukungan Nyata: KIP Kuliah dan Publikasi Ilmiah

Momen istimewa terjadi saat penyerahan simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada sejumlah mahasiswa UMUKA. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh Rektor UMUKA Solo, Dr. H. Muh Samsuri, M.S.I., beserta jajaran pimpinan universitas dan tokoh masyarakat.

Juliyatmono, selaku mitra kerja Kemendiktisaintek, berkomitmen untuk terus mengawal program beasiswa agar tepat sasaran bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Di sisi lain, Prof. Harun juga membawa kabar baik bagi pengembangan institusi. Beliau menyatakan kesiapan UMS untuk mendampingi peningkatan kualitas SDM di UMUKA, termasuk memberikan dukungan pembiayaan bagi publikasi ilmiah para dosen.

Komitmen Menuju Kampus Aman

Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang hangat. Melalui sinergi antara pemerintah (DPR RI), perguruan tinggi pembina (UMS), dan internal kampus, UMUKA Solo optimis dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari kekerasan, dan mampu mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. ( bre )