Fokus Jateng -KOTAWARINGIN BARAT – Upaya memperkuat pengetahuan praktis mengenai bidang keimigrasian dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi (Unisri) melalui pelaksanaan program magang di Kantor Imigrasi Kelas III TPI Kotawaringin Barat. Kegiatan magang ini dilaksanakan selama satu bulan, mulai 6 Oktober hingga 6 November 2025, dan menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memahami langsung dinamika, tantangan, serta prosedur kerja instansi pemerintah yang berperan dalam mengatur mobilitas penduduk dan pengawasan orang asing.
Kegiatan magang dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas III TPI Kotawaringin Barat yang berlokasi di Pangkalan Bun, pusat administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat. Selama magang, mahasiswa ditempatkan di Seksi Lalu Lintas Keimigrasian (Lantaskim) untuk mempelajari alur pelayanan penerbitan paspor, mulai dari pemeriksaan berkas, verifikasi identitas, pengambilan biometrik, hingga proses pencetakan dokumen perjalanan. Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan administrasi, pengelolaan data, serta pengamatan langsung terhadap interaksi pegawai dengan masyarakat yang mengajukan layanan keimigrasian.
Program ini bertujuan untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pemahaman komprehensif mengenai fungsi keimigrasian dalam konteks hubungan antarnegara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat bagaimana kebijakan migrasi, regulasi izin tinggal, serta standar pelayanan publik diterapkan secara profesional. Selain itu, mahasiswa mendapat kesempatan mendalami peran Imigrasi dalam menjaga keamanan negara, terutama melalui mekanisme pengawasan orang asing dan pengendalian dokumen perjalanan.
Selama masa magang, mahasiswa memperoleh bimbingan langsung dari pegawai imigrasi yang menjelaskan peran tiap seksi di kantor, termasuk bagaimana koordinasi internal dilakukan agar pelayanan tetap cepat dan tepat. Mahasiswa juga belajar tentang pentingnya ketelitian, integritas, dan komunikasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Interaksi dengan pegawai dan pemohon layanan memberikan pengalaman berharga yang menambah wawasan mahasiswa tentang lingkungan birokrasi dan prosedur kerja instansi pemerintah.
Kegiatan magang ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan non-teknis seperti manajemen waktu, etika kerja, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional. Di sisi lain, program ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Dengan berakhirnya program pada 6 November 2025, mahasiswa menyampaikan bahwa pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam mengenai peran penting Imigrasi dalam pelayanan masyarakat dan hubungan internasional. Mereka berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan karier di bidang pemerintahan, diplomasi, atau institusi yang berkaitan dengan mobilitas global. Program magang ini diharapkan dapat terus berjalan di masa mendatang sebagai upaya bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompeten dan profesional. (ist/**)
Oleh: Fitri Riduana -Ilmu Hubungan Internasional Unisri
