Kawasan Simpang Lima Boyolali akan dibuka pada 18 Desember besok

Pembangunan disekitar kawasan Simpang Lima Boyolali Sabtu ( 13/12/2025) (yull/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng – BOYOLALI,-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Boyolali menyebut H- 7 Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Jalan Pandanaran tepatnya sebagian kawasan Simpang Lima akan dibuka kembali.

Menurut Kepala DPU PR Boyolali, Yulius Bagus Triyanto, kontrak revitalisasi jalan Pandanaran Simpang Siaga Boyolali akan segera berakhir pada 30 Desember. Namun pembangunan kawasan yang lebih dikenal dengan Simpang Lima ini belum menunjukkan proges yang positif. Bahkan pekan ini, progres pekerjaan mengalami keterlambatan hingga 11 persen dari target mingguan yang sudah ditetapkan. Terkait keterlambatan itu, DPUPR Menyatakan telah memberikan peringatan pertama kepada pelaksana.

” Ya kalau progres kalau kemarin (pekan ini) masih minus. Sebab semua barang pabrikasi sudah ada di lokasi semua,” katanya, Sabtu 13 Desember 2025.

Dijelaskan material bangunan pabrikasi mendominasi dalam proyek revitalisasi Simpang Lima ini. Hanya saja, pemasangan barang tersebut tak sesuai target mingguan yang telah ditetapkan. Kendati demikian, item-item penting dalam proyek ini telah tertangani.

“Ini kelistrikan sebagian sudah dipasang. Pohon peneduh juga sudah ditanam. Boleh optimis, meskipun itu nanti minornya belum selesai 100 persen, tetapi mayornya saya yakin selesai,” kata Yulius.

Dengan demikian, lanjut Yulius,  jalan dan pedestarian sudah digunakan, terutama saat arus mudik natal dan tahun Baru. Pihaknya optimistis saat operasi lilin candi nanti, Revitalisasi ini rampung.

“Rencananya, jalan Pandanaran yang dibangun ini akan dibuka pada tanggal 18 Desember atau H-7 Natal. Paling nanti tinggal pembersihan. Paling kurang 5 persen lah,” katanya.

Sebelumnya, Kasatlantas Polres Boyolali AKP Tri Afandi menyebutkan bakal membuka proyek perbaikan infrakstruktur jalan di kawasan simpang lima selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru. Penghentian pengerjaan perbaikan jalan, kata Afandi, akan berlangsung sejak H-7 nataru.

“Itu juga menjadi salah satu pembahasan di rapat kemarin. Semua pengerjaan, baik yang pengerjaan jalan maupun jembatan, H-7 itu semua harus dibuka,” jelas Fandi, Kamis 3 Desember 2025 lalu.

Pembukaan jalan dilakukan untuk mempermudah arus mudik-balik Nataru. Dengan arus mudik yang mulai pada 22 Desember, maka H-7 atau 15 Desember, jalan Simpang Lima Boyolali harus dibuka.

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pengembang terkait pembukaan akses jalan di sekitar kawasan Simpang Lima Boyolali. ( yull/**)