Fokus Jateng-BOYOLALI,-Warga Kampung Dawung, Kelurahan Pulisen, Boyolali kota tepatnya wilayah RW 5,6,8 atau sekitar Jembatan telasih mengeluhkan bau tak sedap yang berasal dari bawah jembatan di kampung tersebut, dalam beberapa hari terakhir.
Belakangan diketahui, munculnya bau tak sedap itu berasal dari sisa-sisa limbah ikan lele yang diduga sengaja dibuang di bawah jembatan itu.
Salah seorang warga di Kampung Dawung, Nur (50) mengatakan bau tak sedap itu dua kali terakhir muncul pada Sabtu pagi kemarin.
“Nggak tau persis, membuangnya kapan, tapi tiba- muncul bau tak sedap itu,” katanya. Minggu, 30 November 2025.
Menurutnya, bau tak sedap yang sangat mengganggu warga itu sudah disampaikan ke RT/RW dan kelurahan.
Terpisah, Kepala dinas lingkungan hidup (DLH) Boyolali, Suraji mengungkapkan, warga pertama kali mencium bau tidak sedap dari bawah jembatan pada jumat 28 November pagi. Setelah ditelusuri, ternyata sudah banyak plastik sampah berisi bangkai limbah ikan lele di aliran sungai. Diketahui sungai tersebut dalam keadaan kering.
“Kemarin kita menerima laporan dari warga, sudah dua kali terjadi di lokasi yang sama, dan sudah di evakuasi, karena memang baunya sangat luar biasa,” katanya.
Hanya saja, setelah dilakukan permbersihan pertama. Lalu pada Sabtu 29 November pagi, DLH kembali menerima laporan adanya sampah bangkai lele di lokasi serupa,
“Jadi dibuangnya kamis malam, dan jumat malam di ulang lagi, dibuang disana (jembatan) jumat pagi kita evakuasi, sabtunya kita evakuasi lagi,” tambahnya
Bersama warga sekitar, DLH kemudian menelusuri pelaku pembuangan limbah bangkai lele. Diduga pelaku membuang sampah bangkai lele saat malam hari.
Bahkan, warga juga berinisiatif membuat papan peringatan untuk tidak membuang sampah.
“Sampai sekarang pelaku belum diketahui. Sudah dibentuk grup juga dari kelurahan untuk mengawasi lokasi tersebut, intinya kami menggerakkan untuk mengawasi lingkungan.”
Sampah bangkai limbah lele dibuang dalam kantong plastik berwarna hitam putih berukuran besar. Terdapat belasan kantong plasik berisi limbah berupa kepala dan duri lele yang dibuang di lokasi tersebut.
Dari hasil penelusuran DLH, diduga pelaku membuang sampah dari atas jembatan. Hal itu sangat disayangkan, mengingat tidak jauh dari lokasi terdapat Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
“Ya, kami terus mencari pelaku pembuangan sampah bangkai limbah lele. Kami juga memberikan masukan kepada warga sekitar untuk memasang CCTV di lokasi pembuangan itu,” pungkasnya. ( yull/**)
