GREEN DIPLOMACY: Sosialisasi SDGs Melalui Edukasi kepada Siswa SD dan Pengelolaan Sampah kepada Masyarakat Desa Kadilajo

Fokus Jateng- KLATEN– Program individu bertajuk Green Diplomacy: Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Edukasi kepada Siswa SD dan Pengelolaan Sampah kepada Masyarakat Desa Kadilajo telah sukses dilaksanakan di Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam menghubungkan pemahaman global mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) dengan praktik lokal pelestarian lingkungan.

Kegiatan berlangsung dalam dua rangkaian. Pada Selasar 29 Juli 2025, program difokuskan pada siswa kelas 6 SDN 1 Kadilajo dengan metode sosialisasi interaktif serta permainan edukatif berupa identifikasi fenomena alam. Sementara itu, pada Selasa 12 Agustus 2025, sosialisasi diberikan kepada ibu-ibu PKK Desa Kadilajo melalui pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya pemisahan sampah organik dan anorganik serta pembuatan kompos sederhana.

Tujuan utama dari program ini adalah mendorong kesadaran masyarakat pedesaan mengenai isu lingkungan hidup yang menjadi bagian dari target SDGs, khususnya Goal 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), Goal 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan Goal 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kadilajo dapat lebih memahami peran penting mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam wawancaranya, penyelenggara program menyampaikan:

“Melalui program Green Diplomacy ini, kami ingin menjembatani pemahaman global mengenai SDGs dengan praktik lokal di tingkat desa,” kata  Nurul Wahyuningtyas sebagai inisiator program tersebut.

“Sosialisasi kepada siswa SD dan masyarakat diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya isu global, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama di lingkungan terdekat,” imbuh  mahasiswa program studi Ilmu Hubungan Internasional itu.

Salah satu peserta dari kalangan ibu-ibu PKK mengatakan pelatihan ini semakin membuka wawasan terkait penanganan sampah:

“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara sederhana mengelola sampah rumah tangga. Sekarang kami tahu bahwa hal kecil seperti memilah sampah bisa memberi dampak besar bagi kebersihan desa,” tutur Ny Nur, warga Desa Kadilajo.

Program Green Diplomacy ini menjadi bukti bahwa edukasi berbasis komunitas mampu memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Dengan langkah kecil dari Desa Kadilajo, diharapkan tumbuh gerakan yang lebih luas untuk menjaga bumi bagi generasi mendatang. ( ist/**)

 

Oleh : Nurul Wahyuningtyas

Prodi: Ilmu Hubungan Internasional