Universitas Boyolali Kenalkan Makanan Tradisional Boyolali Sambal Lethok Melalui Game Edukatif Berbasis Android 

FOKUS JATENG-BOYOLALI- Dosen Universitas Boyolali mengenalkan makanan tradisional Sambal Lethok kepada murid SDN 2 Cabeankunti, Kecamatan Cepogo melalui game edukatif berbasis android. Pengenalan makanan tradisonal tersebut mendapat antusias dari para guru dan murid setempat.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Boyolali melalui Hibah Kemdikbudristek skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PKM-PMP) tahun 2023 beranggotakan Fera Tri Wulandari, Dr Joko Mardiyanto dan Ari Wahyono, melakukan kegiatan pelatihan kepada siswa di SDN 2 Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali kemarin dengan judul “Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Melalui Game Makanan Tradisional Boyolali Sambal Lethok Berbasis Android”.

Game sambal lethok didesain secara inovatif dengan menggabungkan media suara, gambar dan tulisan. Siswa tidak hanya mendapatkan kesenangan dengan bermain tetapi juga mendapatkan manfaat dari permainan itu sendiri, yaitu meningkatnya pemahaman dan pengalaman anak-anak tentang budaya dan kearifan lokal Boyolali utamanya dalam bentuk makanan tradisional Boyolali, sambal lethok. Makanan tradisional adalah bagian dari warisan leluhur yang perlu dilestarikan dan dijaga keberlangsungannya agar ada penerusnya dan tidak hilang begitu saja.

Selain Game sambal lethok, siswa juga diajak belajar sambil bermain dengan menggunakan aplikasi yang tersedia pada sistem operasi Linux, yaitu Gcompris, Supertuxkart, Tuxpaint dan Tuxmath. Aplikasi tersebut mengajak siswa untuk belajar sambil bermain, belajar belajar berhitung, mengenal huruf, mengenal angka, mengetik dan mengenal komputer dengan cara yang menyenangkan. Siswa juga diberikan pemahaman tentang dampak negatif penggunaan gadget utamanya saat gadget terkoneksi dengan internet. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan siswa menjadi lebih bijak dalam menggunakan gadget sehingga terhindar dari kejahatan internet yang mengarah kepada pelanggaran UU ITE. (ist)