Remaja 2 Bulan Tidur di Kuburan : Saat Takut Saya Berdzikir

Tim gabungan mengecek makam lokasi BW tidur (doc-satpolpp byl) (Yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI- BW (16), remaja yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali, kini dititipkan di Rumah Singgah Dinas sosial Kabupaten Boyolali.
Yang memilukan, BW mengaku tidur di tempat pemakaman umum, karena menemani almarhum bapaknya.
BW juga mengaku sudah yatim piatu. Dia anak bungsu dari 5 bersaudara dan berasal dari Karangdowo, Kabupaten Klaten.
“Karena sudah tidak ada tempat lagi, jadi saya putuskan untuk menemani almarhum bapak,” katanya.
Dia menuturkan sudah 2 bulan lebih tidur di pemakaman umum Klaseman, Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Karena tidak memiliki rumah sendiri. Selain itu juga ingin menemani bapaknya, yang juga dimakamkan di pemakaman tersebut, tak jauh dari cungkup yang dia tempati untuk tidur.
Saat di makam tersebut, dia pun seringkali membersihkan cungkup yang ditempatinya. Rumput-rumput liar di makam bapaknya juga dicabuti. 
“Pernah ahli waris makam itu datang, saya malah diberi uang,” katanya.
Setiap malam BW mengaku hanya menyalakan sebatang lilin, karena di komplek makam itu tidak ada penerangan sama sekali.
“Awalnya gelap banget, tapi lama-lama jadi terbiasa,” katanya.
Dia menambahkan, setiap malam rasa takut dan tegang sering datang menghampiri. Bahkan terkadang ada suara aneh hingga ada penampakan yang melintas.
“Kalau rasa takut itu datang, saya tidak tau harus bagaimana, lalu saya lakukan dzikir sampai ngantuk dan tertidur,” akunya.
Sebagaimana diberitakan, BW ditemukan petugas Satpol PP Boyolali sedang sulak-sulak (membersihkan kaca) mobil yang berhenti di lampu Merah Surowedanan, Boyolali pada Jumat 5 Agustus 2022, kemudian dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial di Mojosongo, Boyolali. 
BW pun pasrah dan mengaku sangat senang ditempatkan di rumah singgah tersebut. Dia pun ingin sekali mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ditawarkan petugas. 
“Saya ingin maju,” kata BW. 
 Sementara, Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, mengatakan bocah diamankan saat mengamen dengan cara membersihkan kaca mobil di traffic light Surowedanan.
“Kemarin (Kamis) tim patroli Satpol PP menemukan ada bocah sedang sulak-sulak (membersihkan kaca) mobil di lampu merah Surowedanan. Sesuai Perda Ketertiban Umum kan nggak boleh. Akhirnya, oleh tim patroli (anak tersebut) dibawa ke kantor untuk diberikan pembinaan,” kata Tri Joko Mulyono.
Saat dimintai keterangan diketahui namanya berinisial BW (16) tersebut. Petugas pun menanyati tentang identitasnya.
“Saya tanya rumahnya itu mengaku dari Sawit. Yang bikin kaget itu, rumahnya mengaku di Sawit, ternyata nggak pulang ke rumah. Tapi tidurnya di kuburan,” jelas Tri Joko.
Setelah ditelusur, BW sudah lebih dari 2 bulan ini tinggal di sebuah cungkup makam di komplek pemakaman di wilayah Sukoharjo dekat perbatasan dengan Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. (*)