BPBD Boyolali Kian Mantapkan Mitigasi Bencana Merapi

Apel siaga Merapi oleh personel BPBD Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-BPBD Boyolali semakin mematangkan langkah-langkah mitigasi, di antaranya persiapan logistik, barak pengungsian, pencegahan penyebaran Covid-19, hingga evakuasi warga yang bermukim pada radius KRB (Kawasan Rawan Bencana) 5 km dari Gunung Merapi. Bahkan ratusan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana Erupsi Merapi terus disiagakan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, mengatakan pihaknya bersama relawan sejumlah 200 orang dari berbagai unsur akan bersiaga di sekitar KRB.

“Apel gabungan ini untuk mempersiapkan personel yang akan bertugas ketika bencana erupsi Gunung Merapi terjadi. Ada relawan, TNI/Polri, TRC (tim reaksi cepat), Dishub (Dinas Perhubungan), dan instansi terkait, ” kata Bambang Sinungharjo, usai apel, Selasa (24/11/2020).

Selain dukungan TNI dan Polri, lanjut Bambang Sinungharjo, tanpa peran serta relawan dan masyarakat penanganan Erupsi merapi tidak akan dapat berjalan dengan baik. Sehingga dibutuhkan sinergi yang baik antara lembaga dalam menangani Erupsi Merapi.

“Ini merupakan sinergi untuk menghadapi situasi Merapi yang saat ini statusnya siaga. Dan ini nanti kita ujicoba sampai Jumat dan nanti apabila terjadi erupsi Merapi nanti kita sudah siap untuk (melakukan) evakuasi,” katanya.

Pihaknya juga akan mengecek kesiapan jalur evakuasi apabila sewaktu waktu Gunung Merapi meningkat aktifitasnya. Selain itu, dia juga telah menyiapkan personil untuk berjaga di posko-posko yang telah disiapkan.

Posko induk akan dipusatkan di kantor BPBD Kabupaten Boyolali. Ada pula posko di kantor Kecamatan Selo, dan tiga posko di lapangan Desa Klakah, Tlogolele dan Jrakah yangmasuk berada di kawasan rawan bencana (KRB) III di wilayah Kabupaten Boyolali.

“200 petugas. Ada relawan , TNI/Polri, TRC (tim reaksi cepat), Dishub (Dinas Perhubungan), dan instansi terkait. Nanti (jika terjadi Erupsi) harapannya kita sudah evakuasi tanpa kendala yang berarti,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan organisasi relawan sepakat terhadap penerapan prosedur kesehatan dan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Mereka yang akan membantu harus dipastikan aman sehingga tidak menimbulkan penularan virus kepada warga yang akan dibantunya.

Salah satu anggota komunitas Boyolali Jeep Adventure (BJA) Jarwo mengaku pihaknya juga telah menerjunkan tim sedikitnya 10 personel yang dilengkapi berbagai sarana dan prasarana evakuasi terkait erupsi Merapi.

“Tim kami ini sifatnya untuk standby dan koordinasi dengan BPBD Boyolali dalam kondisi darurat penanganan korban bencana, serta siap digerakkan untuk evakuasi maupun distribusi logistik di wilayah yang tidak mudah dilewati kendaraan biasa,”pungkasnya.