Polres Boyolali Bongkar Makam Bocah Berusia 6 Tahun, Ini Alasannya…

Polres Boyolali bongkar makam seorang bocah di wilayah Semarang. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Diduga meninggal akibat mengalami kekerasan phisik, makam bocah berusia 6 tahun akhirnya di bongkar polisi. Selasa 16 Juli 2019. Tindakan kekerasan itu diduga berlangsung di Dukuh/ Desa Tanduk, RT 05, RW 02, Kecamatan Ampel tempat korban yang tinggal bersama orang tuanya. Lebih mencurigakan lagi pemakaman bocah itu dilakukan di wilayah Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

“Karena memang, setelah meninggal, anak itu langsung dimakamkan di kampung halaman ibunya,”kata Purwanti (50), salah satu tetangga korban di Desa Tanduk.

Menurut Purwanti, kendati sudah dua tahun menjadi tetangganya. Keluarga korban sangat tertutup, untuk segala kebutuhan seluruhnya dicukupi atau dibelikan oleh suaminya. Sehingga ibu korban tak pernah keluar rumah sekalipun hanya untuk membeli sayur atau apapun dari warung sekitar.

Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasat Reskrim, Iptu Mulyanto mengatakan pembongkaran makam dan otopsi yang dilakukan bersama Tim Dokkes Polda Jateng terkait kematian korban yang diduga janggal, pada Kamis siang (11/7) pekan lalu tersebut.

Dijelaskan, berdasarkan keterangan warga yang mengurus jenazah korban, menyebutkan adanya sejumlah tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hampir seluruh tubuhnya lebam kebiruan. Seperti, di mata sebelah kiri, pada telinga kanan dan pipi kanan juga mengalami bekak lebam kebiruan.

Di sudut bibir kanan, kata Mulyanto, terdapat bekas darah kering dan banyak luka lebam seperti bekas cubitan. Pada bagian perut sebelah kiri juga terdapat bekas luka dan darah yang sudah mengering. “Pada hari yang sama, korban langsung dimakamkan di kampung halaman ibunya di daerah Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang,” kata Mulyanto.

Mulyanto menyatakan hasil Otopsi ini dapat diketahui penyebab pasti kematian korban karena adanya kekerasan. Untuk itu, pihaknya langsung membawa ibu kandungnya sendiri Siti Wakidah (30) pelaku ke Mapolres Boyolali untuk dimintai keterangan lebih lanjut.