Kesaksian Beti Kristiana di Sidang Sengketa Pilpres di MK Disangsikan Sejumlah Pihak

Bupati Boyolali Seno Samdoro saat menyampaikan sambutan di acara Hari Susu Nusantara di Gedung Mahesa Boyolali, Sabtu 22 Juni 2019. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Keterangan saksi fakta yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) atas nama Beti Kristiana disangsikan sejumlah pihak.

Camat Juwangi di Kabupaten Boyolali,  Tusih Priyanto menilai  keterangan Beti terkait kondisi jalan yang tidak beraspal dan temuan lima karung berisi amplop surat suara di Kecamatan Juwangi adalah tidak benar

“Tidak seperti yang disampaikan saksi fakta yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi atas nama Beti Kristiana bahwa jalan menuju Kecamatan Juwangi tidak beraspal. Coba dicek sendiri ke Juwangi,”jelasnya kepada wartawan, Sabtu(22/6/2019).

Pihaknya menjelaskan, delapan hingga sembilan puluh persen jalan di wilayah Kecamatan Juwangi kini sudah beraspal. Bahkan, kualitas sejumlah titik ruas jalan telah menggunakan material rabat beton yang jauh lebih kokoh.

“Kalau pun ada yang masih rusak, pihak Pemkab Boyolali telah menyiapkan proyek perbaikan jalan tersebut di anggaran tahun 2019 ini,”kata Tusih.

Selain kebohongan terkait kondisi jalan, Camat Juwangi juga menyoroti keterangan saksi Beti terkait temuan lima karung amplop surat suara. “Tidak benar bahwa saat datang ke kantor PPK Juwangi Beti tidak menemukan satu pun petugas atau kosong,” kata dia.

Dia mengatakan, pada waktu itu, Beti bersama tiga orang lainnya datang ke Juwangi pada 18 April 2019 dan mengaku sebagai tim monitoring dari seknas BPN 02.

“Ini ada foto dokumentasi kegiatan monitoring tersebut. Setelah selesai melakukan kegiatan monitoring, Beti dan anggota tim BPN 02 lainnya berpamitan tanpa membawa apa pun. Tapi entah mengapa, saat di sidang MK Beti bisa menunjukkan barang bukti amplop surat suara,”jelas Camat.

Ia mengaku, prihatin dan menyesalkan kesaksian Beti di sidang  MK yang jauh dari kebenaran. “Pernyataan dan keterangan yang disampaikan Beti telah jelas-jelas menyudutkan Kecamatan Juwangi sebagai wilayah yang tertinggal,”kata dia.

Saat ini, lanjut dia, bersama pihak terkait dalam hal ini KPU dan Bawaslu Kabupaten Boyolali, dan Pemerintah Kecamatan Juwangi sedang mempertimbangkan adanya langkah hukum kepada Beti Kristiana sebagai bentuk pertanggung jawaban dia kepada masyarakat Kecamatan Juwangi khususnya dan masyarakat Kabupaten Boyolali umumnya.

“Ya,setelah itu menjadi viral di kalangan masyarakat Juwangi tetang saksi dari 02 saudara Beti itu. Jalan di Juwangi sudah beraspal semua, paling 10 persennya, itu dipedesaan,”katanya.

Sementara, Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan, bahwa masyarakat  boleh komentar atau mengkritik apa saja. Namun, kesaksian dari Beti saat di MK tersebut sangatlah politis.

“Silahkan mau mengkritik atau berkomentar boleh saja.  Dalam hal ini, saya tidak akan menanggapi, nanti dikira gimana gitu. Tapi memang menurut saya komentarnya saudara Beti itu tidak obyektif sangat politis komtentarnya,”kata dia usai menghadiri Hari Susu Nusantara di Gedung Mahesa Boyolali.