Fokusjateng.com-SURAKARTA-Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerjunkan 2.914 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli–Agustus 2026. Ribuan mahasiswa tersebut akan mengabdi selama 45 hari di 28 kabupaten yang tersebar di empat provinsi di Pulau Jawa.
Pelepasan mahasiswa KKN dilakukan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa, 7 Juli 2026. Program pengabdian masyarakat tahun ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Desa.”
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, mengatakan KKN periode ini melibatkan 110 dosen pembimbing lapangan (DPL) yang mendampingi 306 kelompok mahasiswa.
“Seluruh kelompok akan ditempatkan di 28 kabupaten yang tersebar di empat provinsi di Pulau Jawa,” kata Dody dalam sambutannya.
Dari total penempatan tersebut, sebanyak 218 kelompok berada di wilayah Jawa Tengah, 47 kelompok di Jawa Timur, 32 kelompok di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 9 kelompok di Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan menjalankan sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa.
Fokus kegiatan mencakup pengembangan pertanian, pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, kesehatan masyarakat, pendidikan, ekonomi kreatif, ketahanan pangan, hingga penguatan literasi dan tata kelola pemerintahan desa.
UNS juga menggandeng sejumlah mitra dalam pelaksanaan KKN tahun ini. Salah satunya melalui Program KKN Literasi bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang dilaksanakan di 65 lokasi, yakni 38 lokasi di Kabupaten Sragen dan 27 lokasi di Kabupaten Karanganyar.
UNS juga menjalankan program Supporting Mitra bersama PT Pertamina Patra Logistik di delapan lokasi KKN serta Program Desa Binaan UNS–BPJS Ketenagakerjaan di enam desa melalui program “Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”.
“Kolaborasi antarperguruan tinggi juga dilakukan untuk memperluas dampak program,” kata Dody.
UNS bekerja sama dengan Universitas Tidar, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Muhammadiyah Gombong, Universitas Gadjah Mada, IPB University, dan Universitas Kristen Duta Wacana di sejumlah wilayah, seperti Magelang, Kebumen, Boyolali, dan Pacitan.
Sebelum diterjunkan ke lokasi, para mahasiswa telah mengikuti pembekalan dari koordinator kabupaten dan dosen pembimbing lapangan. Pembekalan tersebut bertujuan menyiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan masyarakat serta menerapkan ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan di desa.
Melalui program KKN ini, UNS berharap kehadiran mahasiswa dapat memperkuat pembangunan desa sekaligus mendorong tercapainya target pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal. (**/*Thia)
