Oleh: Anggita Mukti Siwi Sri Purnomo
Mahasiswa Program Studi: Teknologi Pangan Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng- SRAGEN– Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Individu KKN PPM UNISRI Kelompok 72 Desa Jati, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan dan penyuluhan pemanfaatan limbah bekatul menjadi brownies sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis potensi lokal bersama ibu-ibu PKK Dukuh Ploso, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang.
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 14.00 – 16.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bekatul sebagai bahan pangan yang memiliki nilai tambah. Bekatul yang selama ini masih sering dianggap sebagai hasil samping penggilingan padi dapat diolah menjadi produk makanan yang menarik dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengenalan bekatul, potensi pemanfaatannya sebagai bahan pangan, serta pentingnya diversifikasi pangan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga ibu-ibu PKK dapat berdiskusi dan memperoleh pemahaman mengenai cara mengolah bekatul menjadi produk pangan yang menarik.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan brownies berbahan dasar bekatul. Mahasiswa KKN menjelaskan bahan-bahan yang diperlukan serta memperagakan tahapan pembuatan, mulai dari persiapan bahan, pencampuran adonan, hingga proses pemanggangan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti proses secara langsung agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah.
Ibu-ibu PKK Dusun Ploso mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Peserta aktif bertanya mengenai cara pengolahan bekatul, takaran bahan, tekstur brownies, serta bagaimana menghasilkan olahan yang memiliki cita rasa menarik. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka turut mencoba proses pembuatan dan mencicipi brownies yang telah selesai diolah.
Selain memberikan keterampilan dalam pengolahan pangan, kegiatan ini juga membuka wawasan peserta mengenai peluang pengembangan brownies bekatul sebagai produk usaha rumahan. Bekatul yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui inovasi rasa, bentuk, maupun kemasan. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, produk tersebut berpotensi untuk dipasarkan dan menjadi salah satu alternatif usaha berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Dusun Ploso, dapat semakin kreatif dalam memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Pemanfaatan bekatul menjadi brownies diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari bahan lokal.
Kegiatan pelatihan dan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan baru, diharapkan ibu-ibu PKK dapat mengembangkan inovasi olahan bekatul secara mandiri serta menjadikannya sebagai produk pangan yang bermanfaat dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha. ( ist/**)
