ATB Baiturrahman Sragen dan Netzme Kolaborasi Bangun Ekosistem Bisnis Digital

Fokus Jateng – SRAGEN- Transformasi digital di era industri modern menuntut Perguruan Tinggi (PT) untuk tidak hanya menjadi pusat teori, melainkan juga penggerak ekosistem bisnis yang berbasis teknologi. Menjawab tantangan tersebut, kampus Akademi Teknologi dan Bisnis (ATB) Baiturrahman Sragen secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Netzme Kreasi Indonesia, penyedia solusi pembayaran dan teknologi digital terkemuka.

Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dilaksanakan di Pendopo kampus ATB Baiturrahman Sragen pada Jumat 9 Oktober 2026.

Kerjasama tersebut ditujukan untuk mengakselerasi digitalisasi kampus sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri digital.

Direktur ATB Baiturrahman Sragen, Dr. Sudir, M.Pd menegaskan bahwa kemitraan dengan praktisi industri merupakan langkah krusial bagi Program Studi Bisnis Digital. Menurutnya, adaptasi teknologi di lingkungan akademis memerlukan pendampingan langsung dari pelaku usaha agar capaian pembelajaran mahasiswa selaras dengan dinamika pasar.

“Kami menyadari bahwa integrasi antara teori akademis dan praktik lapangan adalah kunci utama dalam mencetak lulusan yang kompetitif. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep bisnis digital secara kontekstual, tetapi juga berkesempatan untuk terlibat langsung dalam penerapan teknologi di skala riil,” ujar Dr. Sudir. M.Pd.

 

*Inovasi TapakPay*

Sementara itu, Head Manager Area Jawa Tengah dan DIY PT Netzme, Pribadie Utomo, menyampaikan apresiasi atas visi progresif ATB. Dalam kesempatan tersebut, Netzme memaparkan jajaran inovasi teknologi unggulannya, mulai dari implementasi soundbox instan untuk merchant, ekosistem e-payment, sistem e-ticketing, hingga teknologi perintis berbasis pemindaian vena telapak tangan (biometric palm payment) bernama TapakPay.

Inovasi TapakPay menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut karena dinilai memberikan solusi nyata bagi lingkungan pendidikan berbasis pesantren.

“Teknologi transaksi berbasis biometric ini memungkinkan para santri dan santriwati bertransaksi secara aman dan praktis tanpa harus menggunakan perangkat telepon genggam (smartphone), sejalan dengan regulasi internal lembaga pendidikan Islam,” terang Head Manager Area Jawa Tengah dan DIY PT Netzme, Pribadie Utomo.

“Netzme siap memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pengembangan akademis di ATB. Kami berkomitmen untuk mendukung pembentukan laboratorium digital bisnis serta menjadi fasilitator riset dan inovasi yang berorientasi pada pemecahan masalah di masyarakat,” imbuhnya.

Menambahkan dari sisi pengembangan program, Wakil Direktur Bidang Kerjasama ATB, Tri Purwanto, menjelaskan bahwa bentuk implementasi dari kerja sama ini akan mencakup program praktisi mengajar, penyediaan ruang magang industri maupun program pendampingan mentoring, hingga penyelenggaraan forum edukatif Showbis (Showroom Bisnis Digital) sebagai sarana berbagi pengalaman industri bagi para mahasiswa.

“Harapan kedepannya, sinergi antara dunia akademis dan industri ini dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengembangan kampus digital terpadu di Kabupaten Sragen dan sekitarnya, sekaligus melahirkan talenta digital muda khususnya mahasiswa yang siap bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (ist/***)