FOKUSJATENG.COM,KARANGANYAR — Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengprov PTMSI) Jawa Tengah memperkuat koordinasi dan silaturahmi dengan pengurus daerah serta National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dalam kunjungan kerja di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (22/8/2026). Langkah ini ditujukan untuk memperkokoh konsolidasi organisasi sekaligus menggenjot pembinaan atlet tenis meja dari tingkat akar rumput (grassroots).
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, jajaran Pengprov PTMSI Jateng meninjau langsung pelaksanaan Peparpeda 2026. Rombongan juga menggelar pertemuan khusus di Rumah Dinas Bupati Karanganyar bersama Bupati Rober Christanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PTMSI Kabupaten Karanganyar. ( bre)
Ketua Pengprov PTMSI Jawa Tengah, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Lukas Arry Dwiko Utomo, CRP, mengapresiasi terobosan PTMSI Karanganyar yang aktif menghidupkan Persatuan Tenis Meja (PTM) hingga level RT, RW, desa/kelurahan, hingga kecamatan.
“Strategi ini menjadi model ideal dalam memasyarakatkan olahraga tenis meja secara nyata. Jika pola ini diterapkan di seluruh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, peluang lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi akan semakin terbuka lebar,” ujar Lukas.
Pentingnya Integrasi Data Atlet
Guna memperkuat sistem pembinaan, PTMSI Jawa Tengah menekankan pentingnya pendataan atlet berbasis data terintegrasi (updating data). Pengurus di 35 kabupaten/kota diimbau untuk merekapitulasi data atlet berdasarkan kelompok umur secara akurat, mulai dari:
- Kelompok Umur (KU) 11 tahun
- Kelompok Umur (KU) 13 tahun
- Kelompok Umur (KU) 15 tahun
- Kelompok Umur (KU) 17 tahun
- Kategori Dewasa
“Data ini akan menjadi basis pembinaan dan seleksi atlet terukur untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah di ajang regional maupun nasional,” tegasnya.
Fasilitas Baru dan Bet di Mobil Dinas
Sambut hangat kedatangan rombongan Pengprov, Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan komitmen daerahnya dalam mendukung olahraga ini. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah memfungsikan bekas kantor pemerintahan sebagai pusat latihan dan gemblengan bagi bibit-bibit atlet lokal.
Untuk menjaga antusiasme warga, Pemkab Karanganyar dan PTMSI daerah rutin menggalakkan turnamen serta ajang silaturahmi antar-PTM di tingkat kecamatan dan desa. Uniknya, Bupati Rober bahkan punya kebiasaan membawa pemukul tenis meja (bet) di dalam mobil dinasnya agar bisa langsung menyapa dan bermain bersama warga saat turun ke lapangan.
Kunjungan silaturahmi ini membawa angin segar dan suntikan semangat baru bagi pengurus, pelatih, hingga atlet—termasuk para atlet disabilitas—guna membangun ekosistem tenis meja Jawa Tengah yang lebih solid dan berprestasi.
