Oleh : Dewi Wulandari
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISRI Surakarta.
Fokus Jateng-SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk *“Digitalisasi Pembayaran UMKM melalui Pendampingan Pembuatan dan Implementasi QRIS”* di Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Program kerja tersebut dilaksanakan oleh Dewi Wulandari, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISRI Surakarta. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong transformasi digital pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam penerapan sistem pembayaran non-tunai.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung dengan metode *door to door* kepada sejumlah pelaku UMKM di Desa Gabugan yang belum menerapkan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran dalam kegiatan usahanya.
Beberapa pelaku usaha yang menjadi sasaran pendampingan berasal dari berbagai jenis usaha, seperti usaha katering Dapur Lala, rumah makan Padang, pedagang cilok, serta UMKM lainnya. Melalui pendekatan langsung tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan mengenai sistem pembayaran digital, mulai dari pengenalan QRIS hingga proses pembuatan dan penerapannya sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
QRIS atau *Quick Response Code Indonesian Standard* merupakan standar kode QR untuk pembayaran digital yang memudahkan transaksi non-tunai. Dengan adanya satu kode QR, pelaku usaha dapat menerima pembayaran digital dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan tidak hanya berfokus pada proses pembuatan QRIS, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai manfaat penggunaan pembayaran digital dalam kegiatan usaha. Mulai dari kemudahan menerima pembayaran, transaksi yang lebih praktis, hingga kemampuan UMKM untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mengenai pentingnya sistem pembayaran digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi di era digital. Selain itu, kegiatan pendampingan diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan digital serta mendorong pelaku UMKM agar memiliki sistem transaksi yang lebih modern, efisien, aman, dan praktis.
Penerapan QRIS juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pembayaran yang mendukung peningkatan daya saing UMKM. Dengan semakin berkembangnya penggunaan pembayaran non-tunai di masyarakat, ketersediaan metode pembayaran digital menjadi salah satu bentuk adaptasi yang dapat dilakukan pelaku usaha untuk memberikan kemudahan kepada konsumen.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNISRI turut mengambil peran dalam mendukung pengembangan UMKM desa melalui pemanfaatan teknologi keuangan. Pendampingan yang dilakukan secara langsung diharapkan mampu membantu pelaku usaha yang sebelumnya belum mengenal atau belum menggunakan QRIS agar dapat memahami dan mulai menerapkan sistem pembayaran digital dalam aktivitas usahanya.
Ke depan, penerapan pembayaran digital diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM maupun masyarakat Desa Gabugan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif serta Desa Gabugan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi modern. ( ist/**)
