Fokusjateng.com BOYOLALI, – Dua pekan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, harga sapi kurban di Pasar Hewan Sunggingan di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali mengalami kenaikan signifikan.
Aktivitas jual beli di pasar hewan terbesar di Kabupaten Boyolali itu mulai ramai dipadati pedagang dan pembeli dari berbagai daerah. Meningkatnya kebutuhan hewan kurban membuat harga sapi terus merangkak naik Rp1 juta hingga Rp4 juta per ekor dalam beberapa hari terakhir.
“Kenaikan sejak satu bulan terakhir ini. Jelang idul kurban ini kenaikkannya sekitar Rp1 juta sampai Rp 4 juta per ekor tergantung jenis dan bobot sapinya,” kata Gunawan salah satu pedagang sapi di Pasar Hewan Jelok. Jumat 15 Mei 2026.
Gunawan menyebut sapi dengan bobot 300–400 kg paling banyak diminati pembeli. Untuk sapi kurban siap potong yang ia persiapkan di rumah, harga dijual mulai Rp20 juta ke atas.
“Tapi kenaikan tidak hanya terjadi pada sapi kurban yang siap potong, namun juga pada bakalan untuk dipelihara kembali,” ujarnya.
Sementara Lurah Pasar Hewan Sunggingan, Mardiyono, mengatakan kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis sapi, mulai dari limosin, simental, hingga jenis sapi lain.
Dia mencontohkan, sapi yang semula dari harga Rp 20 juta, sekarang menjadi 24 juta- Rp 25 juta. Kenaikan terjadi karena banyak orang mencari sapi untuk kurban, sedangkan sapi saat ini agak langka.
“Sapi-sapi yang masuk itu juga ada dari dokter hewan juga dikontrol. Sampai hari ini laporannya tidak ada penyakit atau kendala, mungkin sakit yang kena PMK tidak ada,” tambahnya.
Ia menambahkan kenaikan harga sapi juga berimbas pada pasar kambing. Harga kambing yang sebelumnya turun kini mulai naik sekitar Rp500 ribu per ekor. ( yull/**)
