Oleh : Nabila Dwi Annafi
Mahasiswa Program Studi: Ilmu Komunikasi
Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng-SRAGEN – Pembayaran digital mulai menjadi pilihan bagi pelaku usaha untuk memudahkan transaksi dengan pelanggan. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Kegiatan bertajuk “Pendampingan Penggunaan QRIS sebagai Metode Pembayaran Digital bagi UMKM Desa” ini merupakan salah satu program kerja KKN PPM Universitas Slamet Riyadi tahun akademik 2025/2026. Kegiatan dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2026.
Pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku UMKM mengenal pembayaran digital sekaligus memahami cara menggunakan QRIS dalam kegiatan usaha sehari-hari. Tidak hanya memberikan penjelasan, kegiatan juga mencakup pendampingan dalam proses pendaftaran, aktivasi, hingga penggunaan QRIS.
Dalam pelaksanaannya, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai manfaat pembayaran non-tunai. QRIS menjadi salah satu pilihan karena dapat digunakan untuk menerima pembayaran digital dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Penggunaan QRIS juga dapat membantu transaksi menjadi lebih praktis dan mengurangi kebutuhan menyediakan uang kembalian.
Bantu UMKM Beradaptasi dengan Pembayaran Digital
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelaku UMKM untuk mengikuti perkembangan teknologi pembayaran. Berdasarkan laporan kegiatan, masih terdapat pelaku UMKM yang belum menggunakan QRIS dan membutuhkan pendampingan dalam memahami cara pendaftaran, aktivasi, serta penggunaannya.
Melalui pendampingan secara langsung, pelaku UMKM tidak hanya menerima informasi secara teori. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk memahami dan mempraktikkan penggunaan QRIS dalam kegiatan usaha.
Dokumentasi kegiatan menunjukkan pendampingan dilakukan secara langsung bersama pelaku UMKM. Dalam foto, terlihat QRIS diberikan dan diperkenalkan kepada pelaku usaha sebagai salah satu pilihan pembayaran bagi pelanggan.
Pendekatan secara langsung tersebut diharapkan dapat membuat pelaku usaha lebih mudah memahami teknologi pembayaran digital. Terlebih, salah satu kendala yang dihadapi adalah perbedaan tingkat pemahaman pelaku UMKM terhadap teknologi dan pembayaran digital.
Transaksi Lebih Praktis
Penggunaan QRIS diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM Desa Bonagung. Selain memberikan pilihan pembayaran selain uang tunai, transaksi melalui QRIS juga dapat tercatat secara otomatis sehingga membantu pencatatan transaksi usaha.
Bagi pelanggan, keberadaan QRIS memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis. Sementara bagi pelaku usaha, penggunaan pembayaran digital diharapkan dapat membantu mengurangi kebutuhan uang kembalian dan pengelolaan uang tunai.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan digital di lingkungan UMKM Desa Bonagung. Harapannya, pelaku usaha tidak berhenti pada tahap mengenal QRIS, tetapi dapat menggunakannya secara mandiri dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Dorong UMKM Desa Semakin Melek Digital
Pendampingan QRIS menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendorong UMKM Desa Bonagung mengikuti perkembangan ekonomi digital. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penggunaan sebuah teknologi pembayaran, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada pelaku usaha dalam memanfaatkan layanan digital untuk mendukung kegiatan mereka.
Laporan kegiatan mencatat bahwa luaran yang diharapkan meliputi meningkatnya pemahaman pelaku UMKM mengenai pembayaran digital, pendampingan pendaftaran dan aktivasi QRIS, serta tersedianya QRIS bagi UMKM yang berhasil menyelesaikan proses pendaftaran dan aktivasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pelaku UMKM Desa Bonagung semakin terbiasa dengan transaksi digital dan mampu memanfaatkan QRIS sesuai kebutuhan usaha. Pendampingan juga diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. ( ist/**)
