FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, kembali membuktikan diri sebagai magnet utama pariwisata di Kabupaten Karanganyar. Dua destinasi andalannya, Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda, menjadi tujuan favorit ribuan wisatawan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama pada momen libur Lebaran tahun ini.
Berdasarkan data kunjungan per tanggal 18 hingga 25, tercatat sebanyak 15.900 pelancong memadati Air Terjun Jumog. Sementara itu, Telaga Madirda yang menawarkan ketenangan air jernih di bawah kaki Gunung Lawu berhasil menarik perhatian 5.191 pengunjung.
Harmoni Alam yang Memikat
Air Terjun Jumog, yang sering dijuluki sebagai “Surga yang Hilang”, menyuguhkan pemandangan air terjun yang asri dengan gemuruh air yang menenangkan. Akses jalan yang tertata rapi di pinggir sungai membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati hawa sejuk khas pegunungan.
Tak jauh dari sana, Telaga Madirda menawarkan pesona berbeda. Telaga ini menyajikan hamparan air yang tenang dan bening, dikelilingi perbukitan hijau. Selain bersantai, wisatawan kini semakin dimanjakan dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari gazebo, area bermain anak, hingga penataan kawasan yang sangat Instagramable.
Kenyamanan sebagai Prioritas
Salah satu aspek yang paling diperhatikan oleh pihak pengelola di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo adalah kenyamanan akses. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan lahan parkir yang luas dan representatif. Pengelolaan parkir yang teratur menjadi kunci utama agar arus wisatawan tetap lancar meski volume kendaraan meningkat tajam.
Direktur Utama BUMDes Berjo, Sularno, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas fasilitas demi kepuasan pengunjung.
Prinsip Pengelolaan: Berkah untuk Semua
Bagi Sularno, mengelola potensi wisata di Desa Berjo bukan sekadar soal hitungan angka dan keuntungan semata. Ia memegang teguh prinsip bahwa keindahan alam yang dimiliki Berjo adalah titipan Sang Pencipta.
“Kami mengelola wisata Berjo dengan prinsip bahwa keindahan alam ini adalah anugerah Tuhan. Maka dalam pengelolaannya, harus bisa membawa rahmat dan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Desa Berjo,” ujar Sularno.
Dengan keterlibatan warga lokal dalam pengelolaan, pariwisata Berjo diharapkan terus bertumbuh secara berkelanjutan, menjaga kelestarian alam sekaligus mengangkat roda ekonomi kerakyatan di lereng Lawu. ( bre )
