FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Kabut tipis masih menyelimuti kawasan Wonorejo, Jatiyoso, saat ratusan pelari bersiap di garis start. Namun, ini bukan sekadar lomba lari biasa. Di balik deru napas para atlet, tersaji pemandangan hijau nan asri yang menjadi saksi bisu kreativitas anak muda dalam menghidupkan ekonomi desa melalui sport tourism.
Event bertajuk Run in Village Vol. 2 sukses digelar pada Sabtu (28/3). Berkolaborasi dengan Kopi Wonomakmur dan Pokdarwis Wonorejo, komunitas pemuda Jumapolo Running Culture berhasil membuktikan bahwa olahraga dan wisata bisa berjalan beriringan dalam satu harmoni yang apik.
Magnet Wisata Banyu Anyep
Mengambil rute sepanjang 7 kilometer, titik start dan finish dipusatkan di Kopi Wonomakmur, sebuah titik nongkrong populer di lokasi wisata Banyu Anyep, Wonorejo. Tanjakan khas perbukitan Jatiyoso menjadi tantangan sekaligus daya tarik utama bagi para peserta.
Ketua panitia penyelenggara menyebutkan bahwa antusiasme tahun ini benar-benar di luar ekspektasi. Dari kuota awal yang hanya disediakan untuk 200 orang, jumlah pendaftar membengkak hingga 230 peserta.
“Banyak yang tetap ingin ikut meski kuota jersey sudah habis. Akhirnya 30 peserta tambahan tetap lari meski tanpa atribut resmi, demi merasakan atmosfer lari di desa ini,” ungkap perwakilan panitia.
Tak hanya dari lokal Karanganyar, magnet event ini mencapai luar kota. Tercatat sekitar 30% peserta berasal dari daerah seperti Magelang, Wonosobo, hingga Malang, yang sengaja datang untuk mencicipi jalur lari di ketinggian Jatiyoso.
Dukungan Penuh Disparpora Karanganyar
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jatiwibowo, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, inisiatif seperti ini adalah kunci pengembangan pariwisata masa depan.
“Ini menjadi salah satu contoh nyata pengembangan event wisata kreatif yang melibatkan seluruh unsur stakeholder masyarakat. Potensi sport tourism di Karanganyar sangat tinggi, dan apa yang dilakukan pemuda Jumapolo ini adalah langkah cerdas,” ujar Yopi.
Ia menambahkan, kolaborasi antara komunitas hobi, pengusaha lokal (Kopi Wonomakmur), dan pengelola wisata (Pokdarwis) menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat bagi warga sekitar.
Lebih dari Sekadar Lari
Run in Village Vol. 2 bukan hanya soal siapa yang tercepat sampai garis finish. Event ini adalah panggung bagi potensi desa. Sepanjang rute, pelari disuguhi keramahan warga dan udara bersih yang sulit ditemukan di perkotaan.
Dengan suksesnya volume kedua ini, Jatiyoso semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan bagi para pecinta olahraga luar ruang. Kreativitas pemuda terbukti mampu mengubah jalanan desa menjadi lintasan bergengsi yang memutar roda ekonomi dan memperkenalkan keindahan Karanganyar ke kancah yang lebih luas. ( bre )
