FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Sebuah drama penyelamatan nyawa terjadi di Desa Kayuapak, Kecamatan Polokarto, pada Minggu pagi (22/02/2026). Tim gabungan yang dikomandoi oleh Damkar Satpol PP Karanganyar berjibaku menyelamatkan Sutanto (61), seorang lansia yang terperosok ke dalam sumur sedalam belasan meter.
“Waktu Adalah Kunci”
Kepala Regu Damkar Karanganyar, Wahyu Jati, yang memimpin langsung jalannya evakuasi, mengungkapkan bahwa kecepatan respons menjadi faktor penentu keselamatan korban.
“Begitu menerima laporan dari Pak Yudi pukul 06.30 WIB, kami langsung instruksikan tim meluncur dengan armada Avanza Rescue. Fokus kami adalah golden time, karena setiap menit di dalam sumur sangat berisiko bagi pernapasan korban,” ujar Wahyu Jati saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian yang Menegangkan
Berdasarkan data di lapangan, peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang memiliki riwayat gangguan mental terlihat linglung dan tanpa busana di jalanan desa. Saksi mata, Bapak Sauman (66), sempat mencoba membujuk korban pulang, namun korban justru berlari menuju area sumur milik Ibu Nur.
Naas, saat mencoba mencabut pohon salam di bibir sumur, korban kehilangan keseimbangan dan jatuh terjerembab ke dasar sumur sekitar pukul 06.00 WIB.
Teknis Evakuasi: “Nyawa Taruhannya”
Sesampainya di lokasi pukul 06.50 WIB, Wahyu Jati segera melakukan asesmen medan. Mengingat sempitnya lubang sumur, ia memerintahkan penggunaan peralatan vertical rescue yang presisi.
“Kondisi di bawah cukup terbatas. Saya instruksikan saudara M. Wahyudi untuk turun ke dalam sumur dengan sistem pengaman penuh pada pukul 07.10 WIB. Kami harus memastikan posisi korban stabil sebelum ditarik ke atas agar tidak terjadi cedera tambahan,” jelas Wahyu Jati mendetail.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil manis. Tepat pukul 07.15 WIB, Sutanto berhasil diangkat ke permukaan dalam kondisi selamat. Sorak haru warga pecah saat melihat korban masih bernafas lega di pelukan tim penyelamat.
Sinergi Tanpa Batas Teritorial
Meski lokasi kejadian berada di wilayah Sukoharjo, Wahyu Jati menekankan bahwa keselamatan nyawa tidak mengenal batas wilayah. Operasi ini merupakan hasil sinergi apik antara Damkar Karanganyar, BPBD, SAR, dan PMI Karanganyar.
“Alhamdulillah, koordinasi dengan BPBD, SAR, dan PMI sangat solid. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung ditangani tim medis PMI untuk observasi lebih lanjut,” tambahnya.
Operasi dinyatakan selesai pada pukul 07.30 WIB dengan kondisi personel dan peralatan lengkap tanpa kendala. ( bre )
