Fokus Jateng-BOYOLALI,- Sejumlah sekolah, guru hingga orang tua di Kabupaten Boyolali berhasil menjuarai lomba Integritas Keselamatan. Lomba yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali ini berhasil menjangkau partisipasi luas dari satuan pendidikan lintas jenjang, serta melibatkan peran aktif siswa dan orang tua.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, penghargaan Sekolah dengan Komitmen Manajemen Terbaik diraih oleh SMP Negeri 5 Boyolali. Kemudian predikat Sekolah dengan Kesadaran Integritas Keselamatan Tertinggi diberikan kepada SMK Bhinneka Karya Simo.
Pada kategori Video Edukasi Integritas Keselamatan Terbaik, penghargaan Video Terfavorit diraih oleh SMP Negeri 1 Simo, sedangkan kategori video edukasi kreatif diberikan kepada SMK Muhammadiyah 2 Andong. Selain itu, penghargaan Sekolah Inspiratif Zona Selamat Sekolah diberikan kepada KB–TK Qomariyah.
Kemudian penghargaan Guru/Kepala Sekolah Pelopor Integritas Keselamatan diberikan kepada Titik Nur Aini, Kepala SMA Negeri 1 Karanggede. Penghargaan Orangtua dengan Ulasan Inspiratif diberikan kepada Ita Rustiya Ningsih, orangtua dari Hashirama Alvira Ceisya Putri, siswa SD Negeri 1 Kayen, sebagai bentuk apresiasi atas peran keluarga dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Perhubungan Boyolali, Insan Adi Asmono mengemukakan lomba Integritas Keselamatan yang digelar Dishub Boyolali mendapatkan sambutan positif. Terbukti, ratusan sekolah turut serta dalam kegiatan tersebut dengan melibatkan siswa dan orang tua atau wali.
“Luar biasa, responnya sangat bagus,” kata Kepala Dishub Boyolali, Insan Adi Asmono, Rabu 17 Desember 2025.
Dijelaskan, untuk jenjang SLTA, kegiatan ini diikuti oleh 110 sekolah dengan total 8.643 siswa. Sedangkan jenjang SMP tercatat 124 sekolah dengan jumlah 5.815 siswa serta 3.875 orangtua/wali yang terlibat. Adapun pada jenjang TK, PAUD, SD, dan MI, terdapat 63 satuan pendidikan dengan partisipasi 898 orangtua/wali.
Secara keseluruhan, lomba ini melibatkan 297 satuan pendidikan dengan total 14.458 siswa dan 4.773 orangtua/wali, sehingga jumlah peserta mencapai 19.231 orang. Hal ini mencerminkan tingginya komitmen dunia pendidikan dan keluarga dalam membangun budaya integritas dan keselamatan sejak dini.
Menurut Insan, Gerakan Integritas Keselamatan ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pendidikan. Antara lain meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, membangun karakter disiplin dan bertanggung jawab, menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.
Juga memperkuat sinergi antara sekolah, orangtua, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan selamat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, keselamatan tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi menjadi nilai yang diinternalisasi dalam perilaku sehari-hari warga sekolah.
Insan berharap gerakan ini dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Khususnya dalam pengelolaan bangkitan dan tarikan perjalanan pada jam masuk dan pulang sekolah. Sekolah diharapkan memiliki tanggung jawab aktif dalam menata arus antar-jemput siswa.
Sekaligus menyediakan pengaturan internal yang aman, berkoordinasi dengan orangtua serta masyarakat sekitar, dan mendukung penerapan Zona Selamat Sekolah.
“Dengan demikian potensi konflik lalu lintas dan risiko kecelakaan di sekitar sekolah dapat diminimalkan,” pungkasnya. ( yull/**)
