Sambut Nataru, Simpang Lima Boyolali Dibuka Terbatas

Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Tri Afandi (Dok/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng -BOYOLALI,  – Kawasan Simpang Siaga atau lebih dikenal sebagai Simpang Lima Boyolali direncanakan dibuka pada Kamis 18 Desember untuk akses Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026. Namun, area sisi timur Simpang Lima masih tertutup untuk umum.

Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Tri Afandi mengemukakan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa pohak terkait. Seperti dinas perhubungan (Dishub), DPUPR, serta pengembang proyek.

Nantinya, rekayasa arus di kawasan simpang lima Boyolali dari arah Sunggingan (Semarang), akan melewati ruas barat jembatan, ke sisi kanan melewati ruas jalan barat bundaran patung kuda, ke arah Mapolsek Boyolali Kota, hingga simpang tugu susu tumpah.

“Kemudian dari pengecekan bersama beberapa pihak, nanti di polsek kota itu, bisa turun ke jalan pemuda, Maupun langsung ke susu tumpah,” katanya. Selasa 16 Desember 2025.

Menurut Tri Afandi, untuk area sisi timur Simpang Lima Boyolali belum bisa dibuka, dengan demikian  arus lalu lintas sementara diarahkan melalui sisi barat Simpang Lima.

“Area sisi timur yang dibangun terowongan, belum bisa dibuka untuk dilewati. Karena umur beton terkait terowongan belum bisa dibuka untuk Nataru. Dari Sunggingan belum bisa langsung, jadi dari jembatan ke kanan dulu,” katanya.

Selain itu, selama dibuka untuk akses Nataru, kawasan Simpang lima akan dipasang beberapa fasilitas. Seperti rambu petunjuk, rambu arahan, water barrier, serta lampu penerangan jalan.

Ia menambahkan, setelah dilakukan pengecekan, kesiapan proyek belum memenuhi syarat sehingga maksimal kawasan simpang lima dibuka untuk operasi Nataru di tanggal 18 Desember.

“Kalau pembatasan jumlah kendaraan yang lewat tidak ada, kita akan melaksanakan rapat. Informasinya, akan ada kegiatan tahun baru di simpang lima,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, untuk menjaga situasi keamanan, serta kenyamanan warga yang merayakan natal dan tahun baru 2026.

Sebagaimana diberitakan proyek pemeliharaan Jalan Pandanaran, serta revitalisasi pedestrian Simpang Lima Boyolali, diperkirakan menelan anggaran kurang lebih Rp22 miliar.

Proyek tersebut mencakup pembangunan pedestrian, pemeliharaan jalan, hingga terowongan penyeberangan di kawasan Simpang Lima. ( yull/**)