Wabup Boyolali, Slup-Slupan Tempati Rumdin Baru

slup-slupan

Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan dan isterinya membawa ubo rampe selembar tikar dan bantal untuk masuk ke kamar di rumah dinasnya yang baru /ist (yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – BOYOLALI – Tradisi slup-slupan bukan hanya berlaku untuk pindahan rumah warga saja. Namun juga rumah dinas. Seperti yang terlihat pada slup-slupan rumah dinas Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan, pada Kamis Legi(20/1/2022).
Prosesi slup slupan diawali kedatatangan wabup bersama keluarga ke rumah dinas diantar Kades Methuk, Kecamatan Mojosongo, Wukir Santosa.Hal ini mengingat Wabup adalah warga Desa Methuk.
Para peserta upacara sakral ini mengenakan baju adat jawa. Mereka berjalan kaki dengan membawa ubo rampe seperti adat jawa umumnya, diantaranya sapu lidi, tikar dan bantal. Mereka juga membawa tumpeng komplit lauk pauknya.
Sesampai di depan rumah dinas dilakukan acara pasrah oleh Kades Wukir Santoso dan diterima langsung Sekda Masruri. Usai pasrah, Wabup bersama istri, Nuning Safariyani dan ketiga putranya memasuki rumah dinas wabup. Mereka juga membawa serta selembar tikar dan bantal untuk dibawa masuk ke kamar rumah dinas tersebut.
Terkait keberadaannya di rumah dinas tersebut, Wabup Wahyu Irawan meminta doa restu masyarakat agar tetap bisa melayani masyarakat secara maksimal. Wabup juga meminta masyarakat untuk tidak takut- takut datang ke rumah dinas tersebut.
“Silahkan saja, datang ke sini. Kami bersikap terbuka kepada seluruh masyarakat,” katanya.
Menurut salah satu peserta upacara, Edi Pujijanto, prosesi sakral tersebut bentuk tirakat masyarakat Jawa yang lazim dilakukan jelang menempati rumah baru.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Boyolali M Said Hidayat, Ketua DPRD Marsono, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Perusda, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta sejumlah undangan lainnya.