Satpol PP Boyolali Bubarkan Resepsi Hajatan

Petugas menjelaskan kepada penyelenggara hajatan di tengah PPKM Darurat. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-“Terpaksa hajatan kami bubarkan,” demikian diungkapkan Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Muh Supriyatin usai menerapkan sanksi pembubaran resepsi hajatan di wilayah Penggung Boyolali kota.
Kendati sempat bersitegang dengan pihak penyelenggara hajatan, namun tim Satpol PP tetap melakukan tindakan pembubaran.

“Kok ya masih saja ada warga yang nekat menggelar hajatan dan masa PPKM Darurat. Mereka mengabaikan larangan yang sudah ditetapkan sebelumnya,” imbuhnya.

Menurut Supriyatin, pihaknya bahkan sempat bersitegang dengan pihak tuan rumah. Namun, tanpa ampun, hajatan tetap dibubarkan dan petugas menyita KTP pemilik rumah.

Berawal adanya informasi dari warga tentag adanya warga yang menggelar hajatan. Langsung saja, dia bersama tim Polres dan Kodim 0724 Boyolali mendatangi TKP dan menemukan adanya hajatan ijab Kabul tersebut.

Tak hanya itu saja, pihaknya juga menyita KTP milik tuan rumah. Selanjutnya, tuan rumah bersama 10 orang panitia bakal dipanggil lagi ke Kantor Stapol PP guna dilakukan pembinaan. Mereka juga akan diswab.

“Aturannya jelas, sesuai SE Bu[ati No 8/2021, maka hajatan tidak boleh digelar selama masa PPKM Darurat. Ijab Kabul boleh digelar di KUA setempat dengan undangan maksimal 10 orang.”

Ditambahkan, hingga kini pihaknya telah membubarkan tiga hajatan yang digelar warga. Tim juga menjatuhkan sanksi administrasi berupa denda. Masing- masing sebesar Rp 1 juta. Denda langsung dibayar ke kas daerah melalui transfer bank.

Adapun besaran denda disesuaikan dengan jumlah undangan. Untuk jumlah undangan kurang 500 orang, denda maksimal Rp 2 juta. Jika tamu lebih 500 hingga 1.000 kena denda maksimal Rp 3 juta dan tamu lebih dari 1.000 orang kena denda maksimal Rp 5 juta.

“Namun sebelum penetapan denda, kami melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Juga mendengarkan kesaksian petugas yang membubarkan hajatan yang digelar warga sehingg adil,” pungkasnya.