Sopir Taksi Online Jadi Sasaran Rampok di Boyolali, Pelaku Tertangkap Setelah Kena Timah Panas Bagian Kaki

Pelaku perampokan taksi online dikeler dalam gelar perkara di Mapolres Boyolali, Senin 9 Maret 2020. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Seorang pelaku percobaan perampokan disertai penganiayaan sopir taksi online berhasil diringkus petugas Polres Boyolali setelah timah panas menembus betisnya. Adapun korban menderita sejumlah luka yang cukup serius pada tubuhnya dan masih menjalani perawatan intensif di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali.

Percobaan perampokan ini berawal ketika pelaku yang bernama Paryanto alias Antok (33) warga Dukuh Sidan RT 02, RW 08, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo memesan taksi online Gocar di depan RSUD Pandan Arang Boyolali, Minggu (8/3/2020) malam sekira pukul 21.30 WIB.

Pesanan melalui sebuah aplikasi itupun kemudian diterima Muryanto, 28. Warga Dukuh Tegaltemon, RT 08, RW 04, Desa Jemowo, Kecamatan Musuk kemudian menjemput pelaku.

“Tujuan awal pelaku memesan taksi online ini awalnya ke sebuah tempat makan Omah Dewe di Desa Salakan, Kecamatan Teras,” kata Kasat Reskrim, AKP Mulyanto mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat dalam rilisnya, Senin (9/3/2020) di Mapolres Boyolali.

Namun, ditengah perjalanan, lanjut Mulyanto, pelaku minta diantar kedepan Balai Desa Salakan, Kecamatan Teras. Sesampainya di depan balai desa, pelaku langsung mencekik leher korban dengan kabel data handphone.

“Saat itulah pelaku meminta barang-barang berharga milik korban. Namun korban berontak. Pelakupun kemudian menusuk perut korban dengan obeng,” kata Mulyanto.

Dijelaskan, dengan kondisi terluka, sembari mencabut kunci kontak, korban berhasil lari keluar dari mobil Suzuki Ertiga Warna putih bernomor polisi AD 9175MM tersebut.

“Dengan kondisi terluka parah pada perutnya, korban berteriak minta bantuan. Warga sekitarpun berkerumun untuk memberi pertolongan dan langsung membawa korban kerumah sakit agar mendapat pertolongan,” kata Kasatreskrim.

Sementara pelaku yang sudah berhasil kabur, diduga berupaya membuat alibi, justru datang ke lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda angin yang diambil dari salah satu rumah warga.  Hanya saja, kedatangan pelaku sempat membuat warga curiga. Sehingga langsung saja diinterogasi. Jawaban pelaku yang berbelit-belit semakin membuat warga curiga, sehingga warga membawanya ke polsek Teras.

“Setelah kami introgasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Pelaku juga berusaha melawan petugas dan akhirnya pelaku kami tembak kakinya,” jelas Mulyanto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 53 ayat 1 junto pasal 365 ayat 1 dan atau 351 ayat 1 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan dan atau penganiayaan. Pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Antok mengakui seluruh perbuatannya itu. Dia mengaku merasa kasihan dengan kondisi korban. Sehingga terpaksa kembali kelokasi kejadian untuk melihat kondisi korban. “Saya juga tidak tau kenapa, kok ingin sekali kembali ke lokasi itu, padahal saya lari sudah agak jauh,” pungkasnya.