Tingkatkan Literasi Bahasa Inggris, Belajar Vocabulary dan Membaca Bersama di Perpustakaan Desa Dari

Oleh: Ahmad Poetra Wur Gameisa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi.

Fokus Jateng- SRAGEN — Dalam upaya meningkatkan minat belajar dan literasi bahasa inggris anak-anak sejak dini, kelompok KKN 46 Dari Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan program kerja berbasis media pembelajaran interaktif di Perpustakaan Desa Dari. Kegiatan berlangsung pada pukul 13:30-15:00 WIB dan diikuti oleh anak-anak Desa Dari.

Kegiatan ini berfokus pada pengenalan kosakata (vocabulary) bahasa Inggris yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Utama dari program kerja ini adalah peluncuran media pembelajaran berupa majalah dinding (mading) interaktif bertajuk “English Flip & Learn”.

Melalui mading interaktif tersebut, anak-anak diajak belajar secara aktif dan menyenangkan. Konsep flip (membalik kartu/panel pada mading) memberikan pengalaman belajar secara visual dan kinestetik, sehingga memudahkan anak-anak dalam mengingat kosakata dasar di sekitar lingkungan mereka.

Tak berhenti pada pengenalan mading, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi membaca buku cerita berbahasa Inggris yang bersumber dari koleksi Perpustakaan Desa Dari. Usai membaca bersama, anak-anak mengulas kembali kosakata baru yang ditemukan di dalam cerita, didampingi oleh Ahmad Poetra Wur Gameisa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi, yang. Sekaligus melatih pelafalan (pronunciation) secara bersama-sama.

Antusiasme anak-anak Desa Dari terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana perpustakaan desa menjadi hidup dengan interaksi aktif antara mahasiswa dan anak-anak yang ceria mencoba media Mading English Flip & Learn.

Melalui program kerja ini, diharapkan keberadaan mading interaktif “English Flip & Learn” serta pemanfaatan perpustakaan desa dapat terus menjadi sarana belajar yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak Desa Dari dalam menguasai bahasa Inggris. (ist/***)