Fokus Jateng, SURAKARTA — Pelatih para renang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Dinda Ayu Sekartaji, memilih terjun ke pemerintahan desa. Perempuan kelahiran Jakarta, 20 Juni 1995, itu mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Dinda menjadi kandidat pertama yang menyerahkan berkas pencalonan untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Sukoharjo yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026.
Ia mengatakan persiapan menghadapi kontestasi Pilkades sudah dilakukan. Selain membentuk juru kampanye, tim sukses juga telah disiapkan.
“Saya kandidat pertama yang menyerahkan pendaftaran. Untuk persiapannya sendiri, alhamdulillah sudah sangat baik. Saya sudah membentuk jurkam dan timses sudah lengkap,” kata Dinda saat jumpa pers di Kantor NPCI, Kota Surakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Warga Kampung Klaruan, Desa Palur, tersebut membawa visi membangun desa yang lebih maju, transparan, dan sejahtera. Gagasan itu dirangkum dalam konsep 3T, yakni transparan anggarannya, tanggap pelayanannya, dan tangguh ekonominya.
Salah satu program yang disiapkan Dinda adalah membangun sistem informasi desa melalui website. Menurut dia, keberadaan situs tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan anggaran dan berbagai pekerjaan pemerintah desa.
“Di Desa Palur belum ada website. Dengan website ini, saya ingin perputaran anggaran atau pekerjaan saya dan perangkat desa itu transparan sehingga bisa dikontrol oleh masyarakat,” ujarnya.
Dinda juga berkomitmen menyumbangkan seluruh gaji yang diterimanya sebagai kepala desa untuk kegiatan sosial apabila terpilih.
Tetap Melatih Para Renang
Meski maju dalam Pilkades, Dinda memastikan dirinya tidak akan meninggalkan dunia olahraga. Ia tetap berencana menjalankan tugas sebagai pelatih para renang NPCI jika nantinya terpilih sebagai kepala desa.
Dinda mengatakan olahraga sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Sebelum menjadi pelatih, ia merupakan atlet renang dan pernah mencatatkan rekor di tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Saya basic-nya adalah atlet renang dan pernah mendapat rekor di Jateng-DIY. Saya tidak pernah bisa lepas dari olahraga. Saya tidak akan meninggalkan NPC, saya akan tetap mengabdi di NPC dan mengabdi di kampung saya,” katanya.
Pengalaman di bidang olahraga juga akan menjadi salah satu dasar program yang akan dijalankannya di Desa Palur. Dinda menyiapkan program pencarian bibit atlet dari desa serta pembenahan fasilitas olahraga.
Ia juga ingin mendorong warga lanjut usia agar lebih aktif berolahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesehatan masyarakat.
Keputusan Dinda maju dalam Pilkades mendapat dukungan dari ayahnya yang juga Ketua Umum NPCI, Senny Marbun. Senny mengatakan keluarga mendukung rencana tersebut sekaligus memastikan Dinda tetap berkiprah di NPCI.
“Saya merestui. Di NPCI tetap dia, darah kita tetap NPC. Kita harus akui itu kampung kita, desa kita. Bagaimanapun kita ikut memajukan desa kita, tempat kita dibesarkan,” ujar Senny. (*Thia/***)
