Mahasiswa KKN UNISRI Ubah Limbah Sekam Padi Jadi Briket dan Hadirkan Mading di Desa Cangkol Sragen

Oleh : KKN Kelompok 45 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta 

Fokus Jateng-SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 45 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta sukses menjalankan dua program kerja unggulan di Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, yaitu Gerakan Briket Sekam Ramah Lingkungan dan Pembuatan Mading Desa Cangkol-Plupuh. Kedua kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian masyarakat yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.

Program Gerakan Briket Sekam Ramah Lingkungan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di lingkungan RT setempat. Kegiatan ini mengajak warga, khususnya kelompok tani, untuk mengolah limbah sekam padi yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu bakar maupun gas elpiji.

Prosesnya diawali dengan koordinasi bersama perangkat desa dan kelompok tani, survei ketersediaan bahan baku, hingga sosialisasi manfaat pengolahan sekam. Tahap inti meliputi pengarangan sekam padi, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan menggunakan alat sederhana, hingga penjemuran briket sampai siap digunakan. Mahasiswa turut mendampingi warga secara langsung agar keterampilan tersebut dapat dipraktikkan secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Meski begitu, pelaksanaannya tidak lepas dari tantangan, seperti ketersediaan sekam padi yang bersifat musiman, ketergantungan proses pengeringan pada cuaca, serta keterbatasan alat cetak briket yang masih sederhana sehingga produksi belum bisa dilakukan dalam skala besar.

Dua hari sebelumnya, pada 28 Agustus 2026, mahasiswa KKN juga merampungkan program Pembuatan Mading Desa Cangkol-Plupuh yang dipasang di area Balai Desa Cangkol. Majalah dinding ini dihadirkan sebagai media informasi dan komunikasi berbasis cetak yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa memerlukan akses internet maupun perangkat digital, termasuk warga yang belum familiar dengan media digital.

Konten mading memuat informasi kegiatan desa, program KKN, hingga karya kreativitas warga. Anak-anak dan remaja Desa Cangkol dilibatkan langsung dalam pengisian konten untuk menumbuhkan rasa memiliki sekaligus budaya literasi dan kepercayaan diri dalam menuangkan gagasan secara tertulis maupun visual. Bagi pemerintah desa, keberadaan mading juga membantu penyampaian informasi kebijakan dan program secara lebih transparan, sekaligus menjadi sarana dokumentasi kegiatan desa.

Kedua program kerja tersebut merupakan bagian dari rangkaian KKN PPM bertema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISRI Surakarta Tahun Akademik 2025/2026.

Ketua Kelompok 45, Wisnu Wibisono, bersama 12 anggota lainnya berharap kedua program ini dapat terus berlanjut setelah masa KKN usai. Kelompok tani dan pemuda desa didorong untuk melanjutkan produksi briket sekam secara mandiri sebagai alternatif energi rumah tangga sekaligus peluang usaha, sementara warga diharapkan terus aktif mengisi dan memanfaatkan mading sebagai media informasi dan kreativitas bersama. Dukungan pemerintah desa, baik berupa fasilitas maupun anggaran, juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kedua program tersebut.

Desa Cangkol sendiri merupakan salah satu dari 16 desa di Kecamatan Plupuh dengan luas wilayah sekitar 423,50 hektar, yang sebagian besar berupa lahan tegalan dan persawahan dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong. Selain sektor pertanian, warga desa juga menggeluti usaha rumahan seperti anyaman bambu, keripik singkong, dan emping melinjo. Kehadiran dua program kerja mahasiswa KKN ini diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat setempat secara berkelanjutan. (ist/***)