Ibu Cerdas, Japoh Waspada Investasi Bodong :Mahasiswa KKN UNISRI 2026 Edukasi Ibu-Ibu Arisan RT 12 Cegah Arisan Bodong dan Investasi Ilegal di Desa Japoh

Oleh: 1. Davie Arya Winata (Ilmu Administrasi Negara)

 2. Muhammad Rizky Nur Prakoso, S.Pd., M.Pd.

Fokus Jateng-SRAGEN,—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) 2026 yang ditempatkan di Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Selasa, 28 Juli 2026 menggelar program kerja sosialisasi bertajuk “Ibu Cerdas, Japoh Waspada Investasi Bodong”. Kegiatan ini digagas untuk menjawab persoalan yang ditemukan mahasiswa selama berada di lokasi KKN, di mana kegiatan arisan yang rutin dilaksanakan oleh kelompok ibu-ibu di tingkat RT, khususnya RT 12, rupanya turut membuka celah bagi masuknya tawaran arisan bodong maupun investasi ilegal yang memanfaatkan kepercayaan sosial antarwarga.

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Japoh dan Ibu-Ibu Arisan RT 12 guna menyusun materi sosialisasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman peserta. Hasil koordinasi tersebut dituangkan dalam kegiatan pemaparan materi secara langsung yang digelar di tempat pertemuan rutin arisan Ibu-Ibu RT 12, mulai pukul 11.00 WIB. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh kasus yang dekat dengan keseharian warga desa agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai usia.

Berbeda dari sosialisasi keuangan pada umumnya, program ini dirancang untuk merangkum secara lengkap ciri-ciri dan modus arisan bodong maupun investasi ilegal dalam satu sesi edukasi. Materi yang disampaikan meliputi cara mengenali tawaran keuangan yang mencurigakan, cara memeriksa legalitas suatu layanan atau tawaran keuangan melalui kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga langkah pencegahan dan pelaporan yang dapat ditempuh apabila menemukan indikasi penipuan, termasuk melalui layanan pengaduan hotline 157. Setiap sesi dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif agar peserta dapat berbagi pengalaman maupun bertanya secara langsung.

Nama “Ibu Cerdas, Japoh Waspada Investasi Bodong” sendiri dipilih bukan sekadar judul kegiatan, tetapi juga membawa pesan agar Ibu-Ibu Arisan RT 12 dapat menjadi garda terdepan yang cerdas dan waspada dalam menyaring setiap tawaran keuangan yang beredar di lingkungannya. Kehadiran program ini diharapkan dapat menekan risiko kerugian finansial warga akibat penipuan berkedok arisan maupun investasi, sekaligus mendorong peserta untuk saling mengingatkan sesama anggota apabila menemukan tawaran yang mencurigakan.

Mahasiswa KKN UNISRI berharap program kerja ini dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Japoh, khususnya Ibu-Ibu Arisan RT 12, sekaligus menjadi contoh sederhana bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam mendukung literasi dan perlindungan keuangan masyarakat di tingkat desa. (ist/***)