Tingkatkan Kompetensi Molekuler Guru SMA, RG Pendidikan Biologi UNS Gelar Pelatihan “Genetika Molekuler dan Bioinformatika”

Fokus Jateng – SURAKARTA– Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Research Group (RG) Biology Education kembali menggelar program pengabdian kepada masyarakat. Menggandeng Keluarga Alumni Pendidikan Biologi FKIP UNS yang berprofesi sebagai guru biologi SMA, kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UNS ini berwujud pelatihan dan pendampingan bertajuk ” Genetika Molekuler dan Bioinformatika”.

Program kemitraan ini diketuai oleh Dr. Bowo Sugiharto, M.Pd., bersama tim yang beranggotakan Prof. Dr. Sri Widoretno, M.Si., Dr. Baskoro Adi Prayitno, S.Pd., M.Pd., Chandra Adi Prabowo, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Kistantia Elok Mumpuni, M.Pd. Dalam pelaksanaannya, Dr. Umi Fatmawati, M.Si. sebagai narasumber utama yang memandu para guru mendalami materi genetika molekuler.

Kegiatan yang berlangsung dalam tiga tahap ini berlangsung pada  2, 9, dan 16 Juli 2026. Pelatihan ini difokuskan pada pengenalan alur kerja identifikasi spesies menggunakan teknik DNA barcode.

“Secara teori, alur laboratorium ini mencakup lima tahapan utama: ekstraksi DNA, amplifikasi PCR, gel elektroforesis, sekuensing DNA, dan analisis bioinformatika. Untuk memberikan pengalaman yang faktual namun tetap efisien, tim pengabdi merancang sesi praktik yang disesuaikan dengan kapasitas waktu dan fasilitas,” kata Dr. Bowo Sugiharto, M.Pd. Minggu 19 Juli 2026.

Dijelaskan, bahwa peserta difasilitasi untuk melakukan praktik langsung dari tahap pertama hingga visualisasi melalui gel elektroforesis.

“Karena tahapan sekuensing (membaca urutan basa DNA) membutuhkan instrumen khusus yang umumnya dilakukan melalui uji laboratorium lanjutan, pelatihan langsung dilanjutkan ke tahap analisis data atau bioinformatika secara in silico,” paparnya.

Sementara, Dr. Umi Fatmawati membimbing peserta untuk menyimulasikan analisis menggunakan data sekuens dari hasil penelitian terdahulu. Para guru diajarkan cara mengolah data kromatogram tersebut menggunakan algoritma penyejajaran sekuens (BLAST) dan mencocokkannya dengan pangkalan data global di National Center for Biotechnology Information (NCBI).

“Dari simulasi ini, peserta bisa melihat secara nyata bagaimana urutan DNA digunakan untuk mengonfirmasi identitas suatu spesies,” katanya.

Penguasaan materi DNA barcode dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan sains masa kini. Menurutnya, dengan tingkat keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat tinggi, metode identifikasi spesies yang presisi dan terstandar menjadi pengetahuan dasar yang penting.

“Melalui pelatihan ini, para guru diajak melihat bahwa biologi molekuler bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan ilmu yang memiliki banyak aplikasi praktis di dunia nyata.”

Dikemukakan, aplikasi tersebut mencakup upaya konservasi keanekaragaman hayati, forensik satwa liar, hingga pengawasan mutu pangan dan obat-obatan untuk mencegah pemalsuan bahan baku biologis.

Rangkaian pengabdian ini tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan teknis dan wawasan para peserta di laboratorium.

Sebagai bentuk tindak lanjut yang nyata, pada akhir sesi kegiatan, guru-guru biologi tersebut didampingi untuk mulai menyusun draf modul ajar. Upaya penyusunan modul ini menjadi langkah strategis agar pengalaman praktik dan materi bioteknologi mutakhir yang telah dipelajari dapat diterjemahkan ke dalam metode pembelajaran yang lebih membumi. Dengan begitu, ilmu genetika terapan ini dapat segera diimplementasikan dan diajarkan secara komprehensif kepada peserta didik di sekolah menengah.

Ke depan, Research Group Biology Education UNS berharap kolaborasi dengan Keluarga Alumni ini dapat terus berlanjut menjadi agenda yang berkesinambungan.

“Sinergi antara akademisi di pendidikan tinggi dan guru sebagai praktisi pendidikan di sekolah dapat menjadi upaya dalam memajukan kualitas pengajaran biologi. Melalui penyusunan modul ajar tersebut, para guru diharapkan dapat menyajikan materi biologi molekuler dengan pendekatan yang lebih aplikatif di ruang kelas,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen UNS dalam mendukung dalam memajukan kualitas pengajaran biologi dengan menyajikan materi biologi molekuler dengan pendekatan yang lebih aplikatif di ruang kelas. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). ( ist/**)