FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Fungsi Waduk Gondang di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Karanganyar, dipastikan bakal semakin strategis. Tidak lagi hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengairan pertanian dan destinasi wisata, kawasan ini kini resmi disiapkan menjadi Marshaling Area (daerah persiapan/tempat berkumpulnya pasukan) untuk Yonif TP dan Brigif TP guna memperkuat pertahanan serta kesiapsiagaan wilayah.
Langkah strategis ini dipastikan setelah Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., turun langsung meninjau kelayakan kawasan tersebut pada Kamis (16/7/2026). Peninjauan ini didampingi oleh Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E., beserta unsur Forkopimda.
Mengapa Waduk Gondang Dipilih?
Pemilihan kawasan Waduk Gondang sebagai *marshaling area* didasarkan pada kebutuhan mobilisasi pasukan yang cepat dan efektif. Tim gabungan memeriksa sejumlah titik strategis untuk memastikan beberapa aspek krusial, antara lain:
Aksesibilitas: Kemudahan mobilisasi dan pergerakan pasukan dari dan menuju lokasi.
Kelayakan Fasilitas: Kesiapan sarana, prasarana, serta fasilitas operasional pendukung di lapangan.
Kesiapan Personel: Memastikan sinergi prajurit di wilayah setempat siap mendukung operasi.
“Kesiapan personel, fasilitas, dan dukungan wilayah merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan setiap pelaksanaan tugas. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama,” tegas Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin.
Dukungan Penuh Pemkab Karanganyar
Alih fungsi strategis sebagian kawasan Waduk Gondang ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Pemkab menilai, kehadiran basis militer ini justru akan mendongkrak stabilitas keamanan yang berdampak positif pada masyarakat.
Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, menyatakan kebanggaannya atas dipilihnya bumi Karanganyar sebagai titik krusial pertahanan TNI.
“Pemerintah Kabupaten Karanganyar siap bersinergi mendukung berbagai kegiatan strategis TNI. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketahanan wilayah demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ungkap Adhe.
Dengan adanya integrasi antara fungsi infrastruktur sipil (waduk) dan fungsi pertahanan (marshaling area), kawasan Karanganyar diharapkan bertransformasi menjadi wilayah yang tidak hanya subur, tetapi juga aman, tangguh, dan kondusif terhadap segala potensi gangguan keamanan. (rls/bre)
