FOKUSJATENG.COM-SRAGEN – Partai Demokrat Jawa Tengah menggelar musyawarah cabang (Muscab) IV di Hotel Horison, Semarang, Minggu 30 Agustus 2026. Untuk wilayah Sragen, Budiono Rahmadi (Mas Bro), kembali dipercaya untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sragen periode 2026–2031.
Mas Bro terpilih secara aklamasi yang didasari atas dukungan penuh yang mengalir dari berbagai tingkatan kepengurusan. ”Alhamdulillah kita masih dipercaya, baik dari DPP, DPD, DPC, dan teman-teman DPAC atau ketua-ketua kecamatan untuk memberikan dukungan, sehingga saya terpilih secara aklamasi,” terang Mas Bro ketika dihubungi wartawan Selasa 1 September 2026.
Pasca-keterpilihannya, DPC Partai Demokrat Sragen diberikan tenggat waktu selama satu bulan untuk merampungkan struktur kepengurusan periode 2026–2031. Proses ini akan digodok oleh tim formatur yang beranggotakan sembilan orang dari unsur DPD, DPC, dan DPAC. Mengenai nama-nama yang akan mengisi posisi strategis seperti sekretaris dan bendahara, Budiono menyampaikan bahwa hal tersebut masih menunggu hasil perundingan internal tim formatur.
Namun, ia menegaskan bahwa struktur kepengurusan kali ini akan mengusung semangat regenerasi dan kaderisasi dengan memberikan ruang bagi sosok-sosok baru. ”Target kita 30 persen wajah-wajah baru biar ke depan bisa bertumbuh dan ada kaderisasi di partai kita,” tegas dia.
Terkait jajaran pengurus lama, Budiono menyebut tidak ada istilah “dimasukkan ke dalam kotak” atau dibuang. Partai akan menerapkan mekanisme rotasi atau pergeseran posisi demi asas pemerataan dan efektivitas organisasi.
Antisipasi Agenda Politik dan Dinamika Dapil Penataan struktur pengurus baru ini dinilai sangat krusial mengingat Partai Demokrat Sragen akan menghadapi berbagai tantangan dan agenda politik penting hingga 2031, seperti Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dan Pemilihan Presiden (Pilpres).
Selain kesiapan menghadapi kontestasi politik, penataan tim juga dirancang untuk mengantisipasi adanya dinamika eksternal, termasuk wacana pemecahan Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Sragen. ”Penataan ini menyesuaikan tantangan ke depan. Pengurusan kita susun dengan baik agar lebih siap menghadapi tantangan yang ada, termasuk mengantisipasi wacana pemecahan Dapil dalam pembentukan kepengurusan ini,” ujarnya. (hr)
