Oleh: Sisca Tata Pradita mahasiswa Prodi: Manajemen UNISRI
Fokus Jateng-Sragen– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 71 Desa Hadiluwih Universitas Slamet Riyadi melaksanakan program kerja individu berupa pendampingan digitalisasi UMKM melalui pendaftaran titik lokasi di Google Maps. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usaha agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen.
Program kerja ini diinisiasi oleh Sisca Tata Pradita sebagai bentuk pengabdian di bidang manajemen pemasaran. Fokus program kali ini adalah membantu 2 pelaku UMKM di Desa Hadiluwih, yaitu Kedai Jajanan Kak Ninun dan Kedai Kopi Matcha Pinarak agar memiliki identitas digital di Google Maps.
Melalui program ini, pelaku UMKM diajak memahami pentingnya kehadiran usaha di platform digital. Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, konsumen dari dalam maupun luar desa dapat dengan mudah mencari alamat, jam operasional, nomor kontak, serta menu yang tersedia hanya melalui satu klik.
Kegiatan diawali dengan survei dan pendataan langsung ke lokasi usaha. Data yang dikumpulkan meliputi nama usaha, alamat lengkap, jam buka, nomor HP, serta dokumentasi foto produk dan suasana kedai. Setelah data terkumpul, dilakukan proses pendaftaran dan verifikasi usaha melalui Google Bisnisku agar titik lokasi muncul secara resmi di Google Maps.
Untuk memastikan keberlanjutan, kegiatan juga disertai dengan edukasi singkat kepada pemilik UMKM mengenai cara mengelola informasi usaha secara mandiri. Materi yang disampaikan meliputi cara mengupdate jam operasional, membalas ulasan pelanggan, dan menambahkan foto produk terbaru agar profil usaha tetap aktif.
Selain mendapatkan pendampingan teknis, pemilik UMKM juga diajak berdiskusi mengenai manfaat digitalisasi bagi perkembangan usaha. Melalui aktivitas tersebut, pelaku usaha belajar bahwa kehadiran di Google Maps bukan hanya memudahkan konsumen, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan dan jangkauan pasar.
Sisca Tata Pradita menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu pendaftaran, tetapi juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai membangun kebiasaan mengelola usaha secara digital sejak dini. Dengan adanya titik lokasi di Maps, diharapkan usaha dapat menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa terbatas pada promosi dari mulut ke mulut.
Pemilik Kedai Jajanan Kak Ninun menyambut baik kegiatan tersebut. “Sekarang kalau ada orang cari jajanan di Hadiluwih, kedai saya sudah muncul di Maps. Jadi pembeli dari luar desa juga gampang nemu,” ujarnya.
Senada dengan itu, pengelola Kedai Kopi Matcha Pinarak*juga merasakan manfaatnya. “Anak muda sekarang kalau mau nongkrong pasti cari di Maps dulu. Sejak ada titiknya, pengunjung jadi lebih beragam,”katanya.
Pihak perangkat Desa Hadiluwih juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena digitalisasi UMKM dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga dan mendukung pariwisata desa.
Program kerja individu ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 71 Desa Hadiluwih Universitas Slamet Riyadi dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis digital. Melalui pendampingan ini, diharapkan pelaku usaha di Desa Hadiluwih dapat tumbuh menjadi usaha yang adaptif, mudah diakses, dan mampu bersaing di era digital. (ist/***)
