Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Anti-Bullying dan Etika bermedia Dilingkup siswa SD Sunggingan 1

Oleh: Basunanda Bambang Tetuko Aji, mahasiswa prodi ilmu hukum UNISRI

Fokus Jateng-SRAGEN-Kegiatan program kerja “Edukasi Anti-Bullying dan Etika bermedia” dilaksanakan sebagai bentuk upaya meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah untuk menentukan waktu, tempat, serta sasaran peserta kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa KKN UNISRI kepada para siswa SD Sunggingan 1 Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan menarik perhatian siswa, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking sederhana yang melibatkan seluruh peserta.

Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai pengertian bullying dan contoh perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami oleh siswa, seperti mengejek teman, memanggil dengan nama yang tidak disukai, mengucilkan teman, mendorong, memukul, maupun melakukan tindakan yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

Selain mengenalkan bentuk-bentuk bullying, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku tersebut. Siswa diajak untuk memahami bahwa perkataan maupun tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat membuat teman merasa sedih, takut, malu, atau tidak percaya diri.

Agar kegiatan lebih interaktif, mahasiswa KKN memberikan beberapa contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. Para siswa kemudian diajak untuk menentukan apakah tindakan tersebut termasuk bullying dan bagaimana seharusnya mereka bersikap ketika melihat teman mengalami bullying.

Kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif yang bertujuan menanamkan nilai kerja sama, empati, saling menghargai, dan kepedulian terhadap teman. Melalui permainan tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap orang memiliki perbedaan yang harus dihargai dan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.

Setelah permainan, dilakukan sesi tanya jawab. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, pendapat, maupun pertanyaan berkaitan dengan bullying. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai tindakan yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan bullying, seperti berani mengatakan “berhenti”, menjauhi situasi yang berbahaya, membantu teman, serta melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.

Sebagai bentuk penguatan karakter, kegiatan ditutup dengan membuat komitmen bersama anti-bullying. Siswa diajak untuk berjanji tidak melakukan bullying, tidak ikut menertawakan atau mengejek teman, berani membantu teman yang membutuhkan, serta membiasakan diri untuk saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying merupakan tanggung jawab bersama. Siswa juga diharapkan mampu menerapkan sikap saling menghormati, peduli, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. (ist/**)