Bangunan Lapuk, Kandang Berisi 5.000 Ayam Siap Panen di Kerjo Karanganyar Roboh!

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Nasib apes menimpa Suwarto (50), seorang peternak asal Dusun Dumpul, Desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Kandang ayam miliknya roboh rata dengan tanah pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, padahal ribuan ayam di dalamnya sudah masuk masa siap panen.

Insiden ini diduga kuat terjadi karena kondisi material bangunan yang sudah tidak layak. Kerangka yang terbuat dari kayu dan bambu disinyalir telah melapuk dimakan usia, sehingga tak lagi mampu menopang beban bangunan seluas $30 \times 10$ meter tersebut.

Kronologi Singkat

Camat Kerjo, Wardoyo, mengonfirmasi bahwa tidak ada faktor cuaca ekstrem saat kejadian. Robohnya kandang murni disebabkan oleh faktor teknis bangunan.

“Laporan yang kami terima menyebutkan konstruksi bangunan sudah tidak kuat. Material kayu dan bambu yang digunakan mengalami pelapukan,” jelas Wardoyo.

Ribuan Ayam Terdampak

Kandang tersebut diketahui menampung sekitar 5.000 ekor ayam. Karena kondisi bangunan yang ambruk total, sebagian besar ayam terdampak. Meski proses evakuasi langsung dilakukan oleh warga dan petugas, potensi kerugian material bagi pemilik diperkirakan cukup besar.

Berikut adalah detail singkat terkait kejadian tersebut:

  • Lokasi: Dusun Dumpul RT 03 RW 06, Desa Sumberejo, Kerjo.

  • Pemilik: Suwarto (50).

  • Kapasitas: 5.000 ekor ayam (siap panen).

  • Penyebab: Material bangunan (kayu & bambu) yang sudah rapuh.

  • Korban Jiwa: Nihil.

Imbauan bagi Peternak

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian yang dialami korban. Petugas bersama warga sekitar juga telah bergotong royong membantu mengevakuasi sisa-sisa bangunan dan menyelamatkan ayam yang masih hidup.

Atas kejadian ini, pemerintah kecamatan mengimbau para peternak di wilayah Kerjo untuk lebih waspada.

Kami meminta para peternak rutin mengecek kondisi fisik kandang, terutama yang menggunakan bahan kayu dan bambu. Pastikan struktur bangunan tetap kokoh demi keamanan,” pungkas Wardoyo. ( gdr / bre )