Cegah Jalur Gelap, Dishub Karanganyar Sisir PJU di Seluruh Wilayah “Bumi Intanpari”

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Memberikan rasa aman bagi warga dan wisatawan yang melintas di Kabupaten Karanganyar menjadi prioritas utama Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Memasuki akhir Maret ini, Dishub Karanganyar gencar melakukan penyisiran intensif terhadap kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai titik strategis.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Penerangan jalan yang optimal dinilai sebagai faktor krusial dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama saat malam hari maupun ketika cuaca ekstrem melanda wilayah Bumi Intanpari.

Prioritas Jalur Utama dan Alternatif

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Karanganyar, Jalu Setio Bintoro, menjelaskan bahwa fokus penyisiran kali ini terbagi menjadi dua ranah utama: jalur provinsi dan jalan kabupaten.

“Kami memastikan tidak ada jalur gelap di rute-rute yang diprediksi akan padat kendaraan. Baik itu jalur utama maupun jalur alternatif pengurai kemacetan,” ujar Jalu pada Selasa (31/3).

Untuk ruas jalan provinsi, seperti jalur wisata Solo-Tawangmangu dan penghubung antar-kabupaten, Dishub Karanganyar bertindak proaktif dengan melakukan pemetaan dan pelaporan. Karena wewenang perbaikan berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, koordinasi intensif terus dijalin agar titik-titik lampu yang padam segera tertangani.

Perbaikan Mandiri di Jalan Kabupaten

Berbeda dengan jalur provinsi, untuk jalan-jalan di bawah wewenang kabupaten, tim teknis Dishub bergerak lebih lincah dengan melakukan perbaikan secara mandiri.

  • Tim Teknis: Personel dikerahkan secara berkala untuk menyisir kerusakan.

  • Tindakan: Mulai dari penggantian bohlam lampu yang mati hingga perbaikan jaringan kabel yang terkendala.

  • Fokus: Jalur alternatif pengurai kemacetan menjadi prioritas utama guna menjamin kenyamanan pengendara.

Perhatian Khusus untuk Wilayah Rawan Kabut

Kondisi geografis Karanganyar yang berbukit, terutama di sisi timur, juga menjadi perhatian serius. Area-area rawan kabut sangat bergantung pada kualitas cahaya PJU untuk menjaga visibilitas atau jarak pandang pengendara.

Dengan PJU yang berfungsi optimal, risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas saat cuaca mendung atau berkabut dapat diminimalisir.

Partisipasi Warga Sangat Dinanti

Di akhir keterangannya, Jalu mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan lampu jalan yang padam di lingkungan mereka. Partisipasi aktif warga dianggap sebagai “mata” tambahan bagi pemerintah untuk memetakan lokasi yang butuh penanganan cepat.

Masyarakat dapat menghubungi kanal pengaduan resmi yang telah disediakan oleh Dishub Karanganyar.

“Partisipasi warga sangat membantu kami dalam memetakan lokasi-lokasi yang butuh perbaikan cepat demi keselamatan bersama,” pungkas Jalu. ( rls/ bre )