Salat Istisqa di Surakarta, Wali Kota Respati Ardi Ajak Warga Bertawakal di Tengah Kemarau

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta, KH Imam Suhadi menjadi imam salat istisqa yang digelar Pemkot Surakarta dan Takmir Masjid Baitul Hikmah Balai Kota Surakarta, Senin, 7 September 2026. (Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA-Pemerintah Kota Surakarta bersama Takmir Masjid Baitul Hikmah Balai Kota Surakarta menggelar salat istisqa di halaman Balai Kota Surakarta, Senin, 7 September 2026. Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut diikuti Wali Kota Surakarta Respati Ardi, jajaran pimpinan pemerintah kota, aparatur sipil negara (ASN), perwakilan dari berbagai unsur, serta pelajar.

Salat istisqa dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta, KH Imam Suhadi sebagai imam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot Surakarta menyikapi kondisi kemarau serta berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan salat istisqa merupakan bentuk tawakal setelah berbagai upaya dilakukan untuk menghadapi kondisi alam dan bencana. Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mendoakan keselamatan bangsa dan kondisi alam.

“Ini sebagai bentuk tawakal melihat keprihatinan terhadap sejumlah peristiwa di Kota Solo dan beberapa daerah di Indonesia terkait erupsi, kebakaran hutan, gempa di NTT, dan seluruh bencana yang ada di Indonesia, bahkan di belahan dunia yang lain,” kata Respati seusai salat istisqa, Senin, 7 September 2026.

Respati mengatakan pelaksanaan salat istisqa tidak dimaksudkan sebagai kewajiban yang bersifat memaksa. Pemerintah kota, kata dia, hanya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa dan menyerahkan keadaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ini bukan bersifat paksaan, tapi ajakan untuk kita mendoakan keadaan alam kita, bangsa kita. Kita sudah melakukan satu ikhtiar, sudah kita kerjakan, dan sekarang dalam bentuk tawakal menyerahkan diri kepada Sang Maha Pencipta,” ujarnya.

Menurut Respati, kemarau tidak hanya menjadi perhatian Pemerintah Kota Surakarta. Pemerintah kota juga mencermati kondisi sejumlah kabupaten di sekitar Surakarta yang mengalami kekurangan air.

Dia mengatakan Pemkot Surakarta berencana memberikan bantuan air kepada daerah-daerah yang membutuhkan. Bantuan tersebut akan dilakukan setelah penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo Surakarta selesai.

“Alhamdulillah hari ini kami malah perhatian kepada kabupaten sekitar yang airnya sangat kurang. Jika nanti hari ini bencana di TPA Putri Cempo selesai, saya berkomitmen juga membantu kabupaten sekitar,” kata Respati.

Respati mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di daerah sekitar, terutama warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau. Pemkot Surakarta, kata dia, akan membantu daerah-daerah yang membutuhkan sesuai kondisi di lapangan.

“Kemarin kami juga akan bantu kabupaten sekitar. Kami akan membantu juga terkait daerah-daerah saudara-saudara kita, terutama yang kekurangan air,” ujarnya. (*Thia/***)