Sambangi Sukoharjo, Adik Sasongko Tekankan Pentingnya Empat Pilar Sebagai Penangkal Radikalisme

Adik Sasongko, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Sosdapil ke-4) di Posko Adik Sasongko Center, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (16/03). (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG.COM-SUKOHARJO–Melanjutkan rangkaian agenda serap aspirasi dan edukasi politik, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Adik Sasongko, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Sosdapil ke-4). Acara ini dipusatkan di Posko Adik Sasongko Center, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (16/03).

Kehadiran legislator pusat ini disambut antusias oleh ratusan warga, tokoh agama, serta perwakilan pemuda dari wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.

Membumikan Pancasila di Baki

Dalam orasinya, Adik Sasongko menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tingkat akar rumput. Menurutnya, wilayah Sukoharjo yang strategis memerlukan benteng ideologi yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu hoaks maupun paham radikal.

“Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—adalah warisan terbaik pendiri bangsa. Di Baki ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat toleransi dan gotong royong,” tegas Adik Sasongko.

Fokus Utama Sosdapil ke-4

Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, terdapat beberapa poin kunci yang disampaikan:
*Ketahanan Sosial: Memperkuat silaturahmi antarwarga sebagai implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika.
*Kedaulatan Rakyat: Menjelaskan peran MPR RI dalam menjaga konstitusi (UUD 1945).
*Cinta Tanah Air: Menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa di era digital.

Dialog Konstruktif di Posko Center

Pemilihan lokasi di *Adik Sasongko Center Baki* bertujuan agar suasana sosialisasi terasa lebih dekat dan santai (gayeng). Hal ini memungkinkan warga untuk menyampaikan keluhan serta harapan mereka secara langsung kepada sang wakil rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pak Adik yang konsisten memberikan pemahaman kebangsaan. Ini membuat kami merasa memiliki pegangan dalam bermasyarakat,” ujar salah satu perwakilan tokoh pemuda Baki yang hadir. (anbk/*)