Antisipasi Kecelakaan dan Longsor, Dishub Karanganyar Tambah Rambu di 4 Jalur Wisata Ekstrem

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bergerak cepat merespons meningkatnya angka kecelakaan dan ancaman bencana alam di jalur wisata. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karanganyar mengonfirmasi akan segera menambah pemasangan rambu peringatan di sejumlah titik rawan yang menjadi akses utama wisatawan.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dan Wakil Bupati, Adhe Eliana, guna menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama bagi pendatang yang belum mengenal medan pegunungan yang terjal.

Tindak Lanjut Sidak Bupati

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Karanganyar, Jalu Setio Bintoro, menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pimpinan daerah ke kantor Dishub beberapa waktu lalu.

“Setelah sidak tersebut, kami langsung melakukan persiapan pemasangan rambu-rambu peringatan di empat lokasi strategis,” ujar Jalu saat dikonfirmasi, Senin (30/3) siang.

Bupati Rober Christanto berharap rambu-rambu yang telah tersedia di gudang Dishub segera didistribusikan ke lapangan. Menurutnya, ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi warga lokal maupun pelancong.

Daftar 4 Lokasi Pemasangan Rambu Baru

Penentuan titik lokasi ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan rekomendasi dan pemetaan wilayah rawan dari Satlantas Polres Karanganyar. Berikut adalah sebarannya:

Lokasi Wilayah Karakteristik Jalur
Jalur Candi Cetho Gumeng, Jenawi Tanjakan ekstrem & rawan longsor
Tanjakan Berjo Ngargoyoso Akses utama menuju Candi Sukuh
Jalur Baru Tawangmangu Tawangmangu Bekas titik longsor & tebing curam
Ruas Jalan Gondangrejo Gondangrejo Turunan tajam & rawan kecelakaan

Imbauan untuk Wisatawan

Kondisi geografis Karanganyar yang didominasi perbukitan menuntut kewaspadaan tinggi. Dishub menekankan bahwa rambu-rambu ini sangat krusial bagi pengendara dari luar daerah yang belum familiar dengan tikungan dan tanjakan tajam.

“Dengan adanya rambu peringatan, kami berharap potensi kecelakaan bisa ditekan dan pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur ekstrem,” pungkas Jalu. ( gd/bre )